Berita  

Bocoran Program Nyicil Rumah 40 Tahun Segera Diumumkan

Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus menggodok skema kredit pemilikan rumah (KPR) dengan tenor hingga 40 tahun sesuai arahan Presiden. Langkah ini diambil untuk memastikan cicilan rumah lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Membuat Cicilan Rumah Subsidi Lebih Terjangkau

Sebelumnya, Kementerian PKP telah melakukan simulasi yang menunjukkan potensi penurunan cicilan rumah subsidi hingga sekitar Rp 773 ribu per bulan dari sebelumnya Rp 1 juta per bulan apabila tenor diperpanjang hingga 40 tahun.

“Kita lagi mencari waktu yang cocok, kan harus dengan Tapera. Tapera itu kan ada saya, ada Pak Purbaya (Menteri Keuangan), ada Menteri Tenaga Kerja Pak Yassierli sama OJK satu lagi ya. Jadi sama-sama dong,” ujar Menteri PKP Maruarar Sirait di DPR.

Perkembangan Program Satu Juta Rumah

Pada Desember 2017, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat bahwa Program Satu Juta Rumah telah mencapai 765.120 unit rumah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 70% adalah rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sedangkan 30% sisanya untuk non-MBR.

Selain itu, Ketua Umum Apersi, Junaidi Abdillah, menekankan bahwa rumah tapak masih diminati oleh kelas menengah ke bawah. Kontribusi penjualan properti oleh masyarakat menengah ke bawah mencapai 70% dari total penjualan properti.

Persiapan Peluncuran Program KPR Tenor Panjang

Menteri Maruarar menyebut bahwa berbagai kajian teknis telah dilakukan, serta masukan dari perbankan dan lembaga pembiayaan telah diperoleh untuk memastikan kelancaran program KPR tenor panjang ini. Ia menegaskan bahwa program tersebut akan segera diluncurkan tanpa menunggu terlalu lama.

“Ya segera tahun ini, nggak lama lagi nggak boleh lama-lama,” tambah Maruarar.

Source link