Berita  

Alasan Mundurnya PM Inggris Starmer: Dari Populer ke Dibenci

Keputusan Perdana Menteri Inggris Mengundurkan Diri

Jakarta, CNBC Indonesia – Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer mengumumkan rencana mengundurkan diri.

Starmer, yang telah memimpin Inggris selama dua tahun, mengatakan keputusannya Senin (22/6/2026) dalam sebuah pernyataan di depan Downing Street.

Nominasi pemimpin baru akan dibuka 1 Juli, dengan harapan untuk memperoleh PM baru pada bulan September mendatang.

Penurunan Popularitas dan Alasan di Balik Keputusan Starmer

Masa bulan madu Starmer hanya berlangsung singkat, dengan peringkat persetujuan bersihnya turun drastis setelah pemilihan umum.

Selain itu, Partai Buruh yang dipimpinnya kehilangan lebih dari 1.400 kursi dalam pemilu Mei 2026, sementara Partai Reformasi Inggris mengalami kebangkitan dramatis di bawah pimpinan Nigel Farage.

Salah satu alasan utama di balik keputusan Starmer untuk mundur adalah desakan dari partainya sendiri, di samping tekanan dari pihak oposisi.

Kebijakan dan Kontroversi selama Kepemimpinan Starmer

Selama kepemimpinannya, Starmer dikecam karena kebijakan pajak yang memicu kemarahan masyarakat dan pemotongan kesejahteraan yang menimbulkan reaksi negatif.

Isu-isu seperti penanganan imigrasi ilegal, respons terhadap kerusuhan anti-imigrasi, serta kebijakan terkait Israel-Palestina juga memainkan peran dalam penilaian buruk terhadap Starmer.

Tidak hanya itu, beberapa skandal, seperti keterlibatan Peter Mandelson dengan Jeffrey Epstein, turut merusak reputasi Starmer selama kepemimpinannya.

Source link