Susie Wolff: F1 Academy Sebagai Platform Komersial yang Sukses
Managing director dari F1 Academy, Susie Wolff, menyatakan bahwa seri balap wanita harus beroperasi sebagai platform yang komersial daripada “proyek amal”. Kejuaraan ini telah mengalami perkembangan pesat sejak musim perdana pada tahun 2023. Setelah awalnya berlangsung di depan tribun kosong dan tanpa tayangan di televisi, Wolff bekerja sama dengan Formula 1 dan tim-timnya. Sekarang, seri ini menjadi bagian dari balapan pendukung selama akhir pekan Grand Prix F1 tertentu dan sepenuhnya disiarkan.
Sebagai manifestasi dari kesuksesan F1 Academy, seri ini bahkan tampil dalam seri Netflix berjudul F1: The Academy yang mirip dengan Drive to Survive.
Platform Komersial yang Berhasil
“Kami tidak berharap, sebagai bagian wanita dalam Formula 1, bahwa ini akan menjadi proyek amal. Hal ini harus masuk akal. Kami perlu membangun platform yang berfungsi bagi mitra-mitra kami,” ujar Wolff dalam wawancara dengan Yahoo Finance di Festival Kreativitas Cannes Lions.
“Saya sangat bangga dengan apa yang telah kami capai, tapi sangat ambisius dengan apa yang bisa kami capai selanjutnya, karena olahraga wanita saat ini sangat berkembang.”
Meskipun membawa seorang wanita ke F1 bukanlah satu-satunya tujuan dari seri ini, hal ini tetap menjadi pembicaraan besar. Wolff menegaskan bahwa ia percaya ini dapat tercapai, tetapi ia ingin hal itu terjadi berdasarkan prestasi, bukan semata-mata untuk penampilan belaka.
“Apakah itu akan terjadi? Saya pikir ya. Bisa saya memberi Anda tanggal pasti? Tidak, karena ini bergantung pada bakat,” jelasnya.
Sukses yang Dicapai
Dalam tiga musim pertamanya, F1 Academy telah menghasilkan cerita-cerita sukses. Juara 2023, Marta Garcia, lulus ke Kejuaraan Eropa Formula Regional sebelum beralih ke balap ketahanan dengan Iron Dames.
Juara 2024, Abbi Pulling, pindah ke Kejuaraan GB3, di mana ia membuat sejarah awal tahun ini sebagai wanita pertama yang meraih posisi start terdepan dan kemenangan balapan. Dia juga bertugas sebagai pembalap rookie dan simulator untuk Tim Formula E Nissan.
Setelah meraih gelar pada 2025, Doriane Pin dipromosikan ke posisi pengembangan pembalap untuk tim Mercedes F1. Dia kemudian menjadi wanita pertama yang menguji mobil F1 Mercedes. Dalam hal balapan, ia telah mengamankan tempat balapan di Kelas LMP2 Seri Mobil Le Mans Eropa.












