Berita  

250 Tahun Merdeka: Ancaman ‘Kanker’ bagi AS, Trump Komentar

Trump Ingatkan Bahaya Komunisme dalam Pidato Peringatan Hari Kemerdekaan AS

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Donald Trump memanfaatkan perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat (AS) sekaligus peringatan 250 tahun berdirinya negara itu untuk menyampaikan pidato bernuansa kampanye. Dalam pidato di National Mall, Washington, Trump mengingatkan bahaya kebangkitan komunisme di AS, serta mendorong pembatasan aturan pemungutan suara dan menonjolkan pencapaian pemerintahannya.

Trump Sampaikan Pesan Patriotisme dan Kritik terhadap Ancaman Ideologis

Setelah acara sempat tertunda akibat badai, Trump tampil di hadapan ribuan pendukung dengan pidato yang memadukan pesan patriotisme dan kritik terhadap ancaman ideologis. Ia memperingatkan bahaya komunisme di Amerika Serikat dengan perumpamaan bahwa komunisme seperti kanker yang harus dipotong dengan cepat.

Di samping itu, Trump juga menyoroti berbagai pencapaian Amerika, termasuk kemenangan dalam perang, pendaratan di bulan, dan keberhasilan dalam pembukaan era penerbangan modern oleh Wright bersaudara.

Trump Desak Kongres Luluskan Rancangan Undang-Undang Pemilu

Selain itu, Trump kembali mendesak Kongres untuk segera meloloskan rancangan undang-undang yang memperketat sistem pemilu. Upaya tersebut mencakup pembatasan pemungutan suara melalui pos serta persyaratan bukti kewarganegaraan bagi pendaftar pemilih. Ia juga menegaskan bahwa pemerintahannya telah “menghancurkan” kemampuan militer Iran sebagai bagian dari upaya menjaga kekuatan dan keamanan Amerika.

Peringatan 250 tahun Amerika juga menjadi wadah promosi program Freedom 250 pemerintahan Trump, yang dihelat melalui “Great American State Fair” di National Mall. Namun, acara tersebut mendapat kritik dari sejumlah pihak terkait kepentingan politik yang terlalu kentara dan kurangnya representasi isu-isu penting.

Kritik juga ditujukan kepada program “Freedom Trucks” yang dianggap hanya menampilkan versi sejarah Amerika yang terlalu religius dan mengabaikan isu-isu perbudakan serta ketidakadilan rasial. Hal ini menyebabkan sebagian pihak menilai bahwa peringatan 250 tahun kemerdekaan di Amerika telah menjadi terlalu politis, sesuai dengan jajak pendapat Reuters/Ipsos yang menunjukkan pandangan mayoritas warga Amerika.

Source link