Berita  

Trump Blokade Iran Membuat Ancaman Mematikan

Amerika Serikat Blokade Iran, Teheran Ancam Pasokan Energi Global

Jakarta, CNBC Indonesia – Amerika Serikat (AS) kembali menjatuhkan blokade terhadap pelabuhan Iran setelah insiden serangan kapal di Selat Hormuz. Langkah Presiden Donald Trump ini langsung direspons tajam oleh Iran, yang mengancam akan mengganggu pasokan energi dari Timur Tengah jika tekanan dari AS terus berlanjut.

Situasi Terbaru di Selat Hormuz

Blokade ini menandai berakhirnya masa jeda antara AS dan Iran dalam perundingan terkait program nuklir. Dengan meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, Garda Revolusi Iran juga memberikan peringatan keras terkait pasar energi global.

Sementara itu, dalam respons terbarunya, juru bicara Kementerian Kesehatan Iran melaporkan bahwa lebih dari 260 orang terluka akibat serangan udara AS. Meskipun belum ada informasi resmi terkait korban tewas, dampak dari serangan kali ini diyakini lebih besar daripada bentrokan sebelumnya di Selat Hormuz.

Eskalasi Konflik

Militer AS melancarkan serangan baru ke sejumlah target di Iran sebagai balasan, dengan operasi yang berlangsung selama tujuh jam dan mengenai puluhan sasaran. Iran pun membalas dengan menembakkan rudal dan drone ke sejumlah negara di sekitar Teluk.

Tak hanya itu, ketegangan ini pun merembet ke negara-negara tetangga, dengan negara seperti Bahrain, Kuwait, dan Yordania mengeluarkan peringatan dan klaim terkait serangan rudal yang dilakukan oleh Iran.

Di tengah ketegangan ini, harga minyak internasional pun terpengaruh, dengan harga minyak Brent sempat melonjak sebelum turun setelah rencana pungutan kapal di Selat Hormuz dibatalkan oleh Trump.

Panggung Diplomasi

Meskipun demikian, mediator regional masih berusaha untuk membawa AS dan Iran kembali ke dalam perundingan guna mencegah eskalasi konflik yang dapat berdampak besar pada pasar energi dunia.

Dengan adanya ketegangan ini, situasi di Timur Tengah pun semakin panas, dengan keterlibatan AS dan Iran menjadi sorotan utama dalam konflik yang terus memuncak.

Source link