Berita  

Trump Bikin Kontroversi, Saudi Kaya Nuklir tapi Iran Dilarang: Analisis

AS Siap Berikan Izin kepada Arab Saudi untuk Program Nuklir Sipil

Jakarta, CNBC Indonesia – Amerika Serikat (AS) dilaporkan siap memberikan lampu hijau kepada Arab Saudi untuk mengembangkan program nuklir sipil yang mencakup hak memperkaya uranium. Kesepakatan tersebut disebut tinggal menunggu tanda tangan Presiden Donald Trump.

Mengutip laporan CNN International yang mengacu pada dokumen rancangan perjanjian dan sejumlah sumber yang mengetahui proses negosiasi, Minggu (20/7/2026), kesepakatan itu akan menjadi perubahan besar dalam kebijakan nuklir Washington di Timur Tengah. Arab Saudi dalam rancangan perjanjian tersebut tidak diwajibkan menerapkan Protokol Tambahan dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA), standar pengawasan yang memberikan akses inspeksi lebih luas terhadap fasilitas nuklir suatu negara.

Akses Teknologi Pengayaan Uranium untuk Arab Saudi

Jika disahkan, Riyadh akan memperoleh akses terhadap teknologi pengayaan uranium. Ini membuat Arab Saudi berpotensi mencapai kemajuan dalam pengembangan industri nuklir yang selama ini menjadi sumber perselisihan di kawasan Timur Tengah antara Iran dan negara-negara Barat.

Selama ini, masalah pengayaan uranium Iran sering menjadi pemicu ketegangan antara AS, Israel, dan Iran. AS bersama Israel khawatir bahwa program pengayaan uranium Iran bakal digunakan untuk tujuan militer, sementara Iran sendiri berpegang pada alasan keamanan untuk program nuklirnya.

Arab Saudi dan Alasan Pengembangan Industri Nuklir

Rencana pengembangan industri nuklir Arab Saudi dijelaskan sebagai upaya untuk memanfaatkan cadangan uranium domestik, diversifikasi sumber energi, mengurangi konsumsi minyak secara internal agar lebih banyak diekspor, serta menyediakan listrik bagi proyek industri dan fasilitas desalinasi air.

Perubahan kebijakan AS dalam kerja sama nuklir sipil, jika disetujui, akan mendorong pertanyaan baru seputar keselamatan, keamanan, dan perlombaan teknologi nuklir di kawasan Timur Tengah. Ini bisa menjadi pemicu perdebatan baru mengenai keseimbangan kekuatan di kawasan yang kerap diwarnai ketegangan antara negara-negara di sekitar Teluk.

Source link