Sejak balapan di Sonoma Raceway pada 28 Juni lalu, Tyler Allen tampil lebih konservatif dan menyia-nyiakan potensi Ty Gibbs untuk meraih kemenangan. Saat itu, Allen bermain aman dengan strategi yang berbeda, membuatnya finis di posisi kedua.
Allen, yang tidak yakin apakah bisa mengalahkan Shane Van Gisbergen di sirkuit jalan, memilih untuk mengumpulkan poin dari babak stage dan tetap berada di lima besar klasemen kejuaraan. Dia menyadari bahwa suatu saat akan tiba saatnya bagi Gibbs untuk meningkatkan agresivitasnya, dan hari Minggu di Iowa Speedway adalah saat yang tepat.
Strategi Terobosan Allen
Ketika Gibbs berada di posisi ketiga di belakang Christopher Bell dan Ryan Blaney mendekati babak pit yang terakhir, Blaney keluar lebih dulu daripada Bell namun gagal kembali ke jalur depan mobil nomor 20 milik Joe Gibbs Racing.
Allen mengambil risiko lebih jauh dengan mengganti hanya dua ban, dan keluar lebih cepat dari keduanya. Sebelumnya, Bell berhasil menyalip Blaney untuk memimpin balapan dengan empat ban baru, sementara Allen memberikan tugas pada Gibbs untuk mempertahankan posisi agar tidak terkejar lawan.
Agresivitas dan Pertahanan Gibbs
Bell beberapa kali mencoba menyalip Gibbs, namun Gibbs tampil luar biasa dalam mempertahankan posisinya. Meskipun Bell berhasil menyalip Blaney sebelumnya dalam balapan, ia kesulitan menyalip Gibbs.
Gibbs melakukan blokade dengan agresif dan mendorong Bell ke jalur atas, melakukan segala cara untuk mempertahankan posisi terdepan. Dengan begitu, ia berhasil meraih kemenangan kedua dalam kariernya.
Allen mengatakan bahwa dia mempertimbangkan untuk mengganti dua ban sejak awal. Hal itu adalah satu-satunya cara untuk melompati Bell dan Blaney.
“Kami tahu Blaney akan mengganti empat ban dan kami tidak ingin tertinggal. Saat saya mendengar mobil nomor 20 mengatakan ‘masuk pit,’ saya langsung membuat keputusan untuk mengganti dua ban,” kata Allen.
Dengan kemenangan ini, Gibbs tiba-tiba menduduki posisi kedua dalam klasemen kejuaraan dan akan menyusul Hamlin jika urutan ini tetap stabil dalam tiga balapan berikutnya.
“Saya pikir kami berdua berada dalam posisi yang sama,” kata Gibbs. “Saya ingin mengejar gelar.”












