DPRD Pangandaran Fokus Membangun Strategi Tata Kelola Air Terintegrasi
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran saat ini sedang memprioritaskan upaya mempersiapkan strategi jangka panjang untuk mengatasi krisis air yang kerap melanda daerah tersebut. Langkah ini diambil sebagai respons atas tantangan iklim setiap tahun, seperti kekurangan air pada musim kemarau dan potensi banjir saat musim hujan tiba.
Langkah Sistematis dalam Penanganan Krisis Air
Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, menegaskan komitmen tersebut usai menggelar rapat koordinasi internal bersama Pemerintah Daerah dan para camat di wilayah tersebut. Tujuan rapat tersebut adalah untuk merumuskan strategi yang lebih efektif dalam menangani permasalahan ketersediaan air di Pangandaran.
Asep menjelaskan bahwa fokus utama dari rapat koordinasi tersebut adalah untuk memperbaiki proposal program yang akan diajukan ke pemerintah provinsi dan pusat. Hal ini dianggap sebagai langkah penting guna memastikan rencana yang disusun menjadi lebih matang dan berkelanjutan.
Pentingnya Pendekatan Tata Kelola Air Terintegrasi
Mengutip pernyataan Asep, dia menekankan pentingnya penanganan masalah air di Pangandaran secara menyeluruh dan terintegrasi. Menurutnya, normalisasi sungai saja tidak akan mencukupi. Oleh karena itu, DPRD mendorong penyusunan masterplan tata kelola air yang mencakup berbagai aspek, mulai dari wilayah resapan air hingga pengelolaan limbah cair.
Saat ini, sektor pertanian lokal di Pangandaran mulai terdampak oleh kelangkaan air. Lebih dari 20 persen lahan pertanian di daerah tersebut mengalami defisit pasokan air. Meskipun masih dalam masa panen, pihak terkait sudah mempersiapkan langkah-langkah untuk mengatasi masalah tersebut pada masa tanam selanjutnya.
Dengan beragam tipe lahan pertanian di Pangandaran, penanganan yang tepat dan presisi dianggap sebagai kunci dalam menghadapi krisis air yang terus berulang di daerah tersebut.












