Berita  

Rebutan Pengaruh Turki-Israel di Timur Tengah

Israel dan Turki Saling Serang, Apa yang Terjadi?

Jakarta, CNBC Indonesia – Ketegangan antara Turki dan Israel kembali meningkat setelah Israel melakukan serangan udara ke pangkalan udara di Suriah utara. Serangan ini dipicu oleh dugaan rencana penempatan pasukan Turki di lokasi pangkalan udara nonaktif tersebut. Ketegangan ini mencuat setelah beberapa peristiwa besar terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Akar Perselisihan Turki dan Israel

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, kerap melontarkan kritik pedas terhadap Israel, sementara PM Israel, Benjamin Netanyahu, juga memberikan respons yang tajam. Tindakan saling menyudutkan ini semakin meruncing setelah perang di Gaza yang menewaskan ribuan orang serta jatuhnya rezim Bashar al-Assad di Suriah yang memunculkan pemerintahan baru di bawah Ahmed al-Sharaa, dekat dengan Turki namun dicurigai oleh Israel.

Kondisi Saat Ini

Titik gesekan terbesar antara Turki dan Israel terjadi di Suriah, dimana keduanya memiliki visi yang berbeda mengenai masa depan negara tersebut. Turki ingin Suriah yang stabil di bawah pengaruhnya, sementara Israel lebih suka Suriah yang terpecah dengan militer lemah. Ketegangan ini merembet ke berbagai wilayah, seperti Tanduk Afrika dan Mediterania Timur.

Respons Turki atas dinamika ini adalah dengan menandatangani pakta pertahanan bersama dengan Arab Saudi dan Pakistan. Meski demikian, kemungkinan bentrokan langsung antara kedua negara ini kecil, terutama karena adanya Amerika Serikat yang memiliki kepentingan besar untuk mencegah konflik terbuka.

Kedua negara, Turki dan Israel, tidak hanya bersaing di ranah politik luar negeri, tetapi retorika keras satu sama lain juga dimanfaatkan secara politik di dalam negeri masing-masing. Diperkirakan langkah-langkah tajam ini juga merupakan strategi dalam menghadapi tantangan politik di masa mendatang.

Source link