Kenali Perbedaan Mata Minus dan Mata Plus
Mata minus dan mata plus adalah dua kelainan penglihatan yang umum. Meskipun keduanya menyebabkan pandangan kabur, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda.
Mata Minus atau Miopia
Mata minus, atau yang dikenal sebagai miopia, membuat melihat objek yang jauh lebih sulit, sementara objek yang dekat masih terlihat jelas.
Penyebabnya antara lain bentuk bola mata yang terlalu panjang atau bentuk kornea yang terlalu melengkung.
Gejalanya meliputi pandangan buram saat melihat jauh, sering menyipitkan mata, mata lelah, dan sakit kepala. Miopia biasanya mulai muncul pada masa kanak-kanak atau remaja.
Mata Plus atau Hipermetropia
Mata plus, atau hipermetropia, membuat melihat objek yang dekat lebih sulit, karena cahaya terfokus di belakang retina.
Penyebabnya bisa dari bola mata yang lebih pendek dari biasanya atau bentuk kornea yang terlalu datar.
Gejalanya meliputi kesulitan melihat tulisan kecil, menggunakan ponsel dari jarak dekat, dan mata cepat lelah serta sakit kepala. Pada hipermetropia ringan, seseorang mungkin tidak menyadari gangguan penglihatan karena mata masih bisa menyesuaikan fokus.
Perbedaan utama antara mata minus dan plus terletak pada jarak pandang yang terganggu, di mana mata minus membuat objek jauh buram dan objek dekat jelas, sedangkan mata plus membuat objek dekat buram dan objek jauh jelas – terutama pada hipermetropia berat.
Kapan Harus Memeriksakan Mata?
Jika mengalami gejala seperti pandangan buram, sering menyipitkan mata, mata lelah, sakit kepala, atau kesulitan melihat pada jarak tertentu, segera periksakan mata Anda.
Penting untuk diingat bahwa mata minus dan mata plus bukan hanya masalah “tidak bisa melihat jauh” atau “tidak bisa melihat dekat,” melainkan memiliki penyebab dan karakteristik yang berbeda. Pemeriksaan mata secara rutin dapat membantu mendeteksi gangguan penglihatan lebih dini.












