Kenaikan Harga Cabai Tiga Kali Lipat Akibat Gagal Panen, Jokowi: Masih Dalam Batas Wajar

Harga cabai telah melonjak tiga kali lipat di berbagai daerah dibandingkan beberapa bulan lalu. Harga cabai merah di Kota Bandung, Jawa Barat, saat ini sudah mencapai Rp100.000 per kilogram.

Kemarau panjang telah membuat petani mengalami gagal panen, sehingga harga cabai naik tiga kali lipat dari harga sebelumnya. Kemampuan pembelipun ikut menurun karena kenaikan harga cabai. Sebelumnya, pembeli biasa membeli hingga satu kilogram, tapi sekarang mereka membeli seperempat atau setengah kilogram saja. Kenaikan harga cabai ini sangat dirasakan bebanannya sehingga mereka rela mengurangi konsumsi cabai untuk menghemat pengeluaran.

Untuk membantu menekan harga barang pokok, Kepala Bidang Distribusi dan Perdagangan Pengawasan, Kemetrologian Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Meawan Kartiwa mengatakan akan mengadakan kegiatan pasar murah di 30 kecamatan. Kegiatan ini akan diadakan pada tanggal 20 November, akhir November, dan awal bulan Desember.

Bukan hanya harga cabai yang naik, bawang putih, bawang merah, daging sapi, daging ayam, telur, gula, dan jagung juga mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan oleh penurunan produksi yang disebabkan oleh kemarau panjang akibat fenomena El Nino. Wakil menteri pertanian Harvick Hasnul Qolbi memperkirakan dampak El Nino ini akan membuat petani mengalami gagal panen, terutama karena fenomena El Nino diprediksi akan bertahan hingga bulan Desember 2023-januari 2024.

Meskipun demikian, Harvick yakin kenaikan harga tersebut tidak akan berlangsung lama karena beberapa daerah telah diguyur hujan. Presiden Jokowi juga menyatakan bahwa kenaikan harga cabai ini hanya sementara dan masih berada dalam batas wajar.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman juga mengajak masyarakat untuk menanam cabai sendiri untuk mengatasi kenaikan harga cabai di pasaran.