Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, mengungkapkan Ghisca Debora Aritonang telah melakukan penipuan dengan tujuan menghasilkan uang. Sebuah tiket yang telah terjual memberikan keuntungan hingga Rp250 ribu langsung masuk ke kantong Ghisca.
Ghisca Debora Aritonang telah menjalankan bisnis penjualan tiket konser sejak 2022. Dia berhasil mendapatkan 39 tiket konser Coldplay yang kemudian dijual kepada pemesan. Namun, Ghisca kembali menawarkan tiket kepada teman-temannya dan mengaku bahwa tiket tersebut adalah komplimen yang akan diberikan kepada pembeli menjelang konser dimulai. Ghisca juga berdalih bahwa dirinya mengenal promotor konser, namun pada kenyataannya Ghisca sudah lama tidak berkomunikasi dengan promotor sejak bulan Mei.
Ghisca mengakui kesalahannya dan siap menerima konsekuensi atas perbuatannya. Dia ditangkap setelah polisi menerima enam laporan dari korbannya. Total kerugian yang didapat mencapai Rp5,1 miliar dari 2.268 tiket yang telah terjual.
Nama Ghisca menjadi trending di media sosial setelah namanya disangkutkan dengan penipuan tiket konser. Setidaknya ada 400 orang yang menderita kerugian karena membeli tiket yang dijanjikan Ghisca. Menurut para korban, Ghisca sudah lama terlibat dalam dunia penipuan tiket konser. Selain itu, dia juga terlibat dalam bisnis tiket pesawat ilegal dan sering bermain judi online.
Kepala Humas Universitas Trisakti mengungkapkan bahwa orang tua Ghisca pun berang melihat kelakuan anaknya saat mengadakan pertemuan orang tua. Meski ayah Ghisca sempat mengklaim akan membayar kerugian korban, tetapi netizen meragukan hal tersebut dan menganggap bahwa ayah Ghisca turut terlibat dalam penipuan tersebut.












