Berita  

Pergeseran Tren Konsumen: Penjualan Rokok dan Beras-Terigu Turun, Antisipasi THR

Di tengah Ramadan, sebagian pedagang mulai merasakan pola yang berulang: transaksi rokok dan sejumlah kebutuhan pokok melambat, lalu berpotensi bergerak naik lagi ketika THR cair. Bagi para penjual, situasi ini bukan hal baru. Mereka justru sudah membaca bahwa pelemahan penjualan di pertengahan bulan kerap hanya sementara, sebelum kembali ramai menjelang akhir Ramadan.

Pedagang Menunggu Efek THR

Junaidi, penjual toko Madura di Kebayoran Baru, mengatakan kebiasaan belanja masyarakat biasanya berubah setelah menerima tunjangan hari raya. Bukan cuma rokok yang ikut terdorong, tetapi juga barang harian seperti beras, gula, dan terigu. Menurutnya, tambahan pendapatan dari THR membuat warga cenderung membeli lebih banyak dari biasanya.

Pola serupa disebut kerap muncul pada tahun-tahun sebelumnya. Saat THR diberikan, pergerakan pembelian di warung dan toko kelontong cenderung ikut terdongkrak, terutama pada masa H-2 Minggu menuju Lebaran atau di sekitar periode pencairan itu sendiri.

Daya Beli Masih Jadi Penentu

Pedagang lain, Anwar, mengakui penjualan rokok dan kebutuhan pokok sempat melemah karena daya beli masyarakat yang belum kuat. Kondisi itu membuat omzet bergerak lebih pelan dibandingkan periode yang biasanya lebih ramai. Meski begitu, para pedagang tetap melihat momentum THR sebagai peluang untuk mengangkat kembali penjualan yang sempat tersendat.

Tak hanya rokok, barang kebutuhan rumah tangga seperti beras, minyak, dan terigu juga diperkirakan ikut terdorong. Bagi pedagang kecil, pergerakan pasar di penghujung Ramadan memang sering sangat bergantung pada waktu pencairan THR, karena di sanalah pembeli mulai lebih leluasa belanja untuk kebutuhan harian maupun persiapan Lebaran.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.