Norris Ungkap Hari Terburuknya Saat Libur Musim Dingin F1

Norris Ungkap Hari Terberatnya Selama Libur Musim Dingin F1

Lando Norris ternyata tidak benar-benar menghabiskan libur musim dinginnya dengan santai. Dalam video “Lando-log” yang ia unggah ke kanal YouTube, pembalap McLaren itu membagikan sisi lain dari persiapan fisik yang harus dijalaninya di luar lintasan. Bukan sekadar latihan rutin, hari tersebut justru menjadi salah satu yang paling melelahkan baginya.

Tes Berat di Swansea

Norris menjalani rangkaian penilaian di kampus Singleton Park, Universitas Swansea, Wales selatan, pada pertengahan Februari. Tes itu dilakukan di bawah pengawasan pelatih lamanya, Jon Malvern, melalui kerja sama Malvern’s Pioneering Athlete Performance dengan Elite and Professional Sport Research Group di Departemen Ilmu Olahraga dan Latihan Universitas Swansea.

Proyek ini sendiri berlangsung selama dua tahun dan berfokus pada peningkatan aspek fisiologis, atletis, serta kognitif bagi pembalap motorsport. Di atas kertas, tujuannya jelas: membantu pembalap tampil lebih kuat, lebih tahan, dan lebih siap menghadapi tuntutan balapan modern.

Mulai dari Komposisi Tubuh hingga VO2 Max

Dalam sesi tersebut, Norris menjalani sejumlah tes fisik yang cukup menantang. Ia diperiksa dari sisi komposisi tubuh, kekuatan genggaman tangan, hingga ketahanan leher. Setelah itu, ia juga diuji lewat VO2 max, baik menggunakan treadmill maupun sepeda statis.

Rangkaian pengujian itu memperlihatkan betapa detailnya persiapan yang dibutuhkan seorang pembalap Formula 1. Di balik citra balapan yang identik dengan kecepatan, tubuh dan daya tahan para pembalap juga harus dipaksa bekerja dalam level tinggi, terutama saat menghadapi kondisi yang menguras fokus dan stamina.

Hari yang Melelahkan, Tapi Penting

Norris mengakui hari penilaian itu terasa berat. Ia tampak kelelahan dan tidak enak badan, namun tetap berusaha menuntaskan seluruh sesi berkat dorongan dari pelatihnya. Meski begitu, ia menilai pengalaman tersebut tetap berarti karena memberinya gambaran nyata tentang tuntutan fisik yang harus dipenuhi untuk tetap kompetitif.

Setelah seluruh tes selesai, Norris masih harus menempuh perjalanan sekitar 3,5 jam untuk kembali ke markas McLaren. Kombinasi tes intensif dan perjalanan panjang itu membuat hari tersebut terasa makin menguras tenaga. Namun, bagi Norris, itulah bagian dari proses yang tak bisa dihindari jika ingin terus berkembang sebagai pembalap motorsport.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.