Hari pertama Rally Italia Sardegna langsung memperlihatkan wajah paling keras dari WRC musim ini. Jalan gravel yang sempit, cepat, dan penuh risiko membuat banyak pereli kesulitan menjaga ritme, termasuk para nama besar yang biasanya tampil dominan. Di tengah situasi yang kacau itu, Sebastien Ogier justru keluar sebagai sosok paling stabil. Juara dunia delapan kali tersebut memanfaatkan pengalaman untuk bertahan di papan atas dan menutup hari pembuka dengan keunggulan 2,1 detik atas Adrien Fourmaux dari Hyundai.
Ogier Bertahan dari Tekanan Pembersihan Jalan
Memulai lomba dari posisi ketiga, Ogier sudah dihadapkan pada kerugian awal akibat kondisi lintasan yang dibersihkan lebih dulu. Meski begitu, ia mampu menjaga laju kompetitif sejak etape pembuka dan sempat merebut pimpinan klasemen. Situasi berubah di pertengahan hari ketika dia turun ke posisi ketiga di belakang dua mobil Hyundai. Namun, reli yang cepat berubah arah pada sesi sore, saat Thierry Neuville menabrak batu dengan i20 N miliknya dan kehilangan peluang untuk mempertahankan posisi terdepan. Momen itu membuka jalan bagi Ogier untuk kembali mengambil alih kendali.
Hyundai Kehilangan Momentum di Momen Krusial
Adrien Fourmaux sebenarnya sempat berada dalam posisi yang sangat menjanjikan. Meski mengakui ada penyesalan setelah perubahan set-up menjelang tahap akhir, pereli Prancis itu masih menjaga optimisme untuk mengejar kemenangan perdananya di WRC. Di belakangnya, Ott Tanak menempati posisi ketiga, tetapi performanya terganggu kerusakan pada suspensi depan yang membuatnya tertinggal dari persaingan utama. Neuville sendiri harus menelan hasil paling pahit setelah roda kirinya patah, sebuah insiden yang memaksanya mundur dan menjadi kegagalan pertamanya musim ini.
Rovanpera dan Pajari Menjaga Asa Toyota
Di kubu Toyota, Kalle Rovanpera menyelesaikan hari di posisi kedua dan mengaku puas dengan progres yang berhasil ia tunjukkan di Sardinia. Sementara itu, Sami Pajari tampil cukup solid untuk mengamankan posisi keempat secara keseluruhan. Kondisi jalan yang sulit juga membuat Elfyn Evans, pemimpin klasemen, kesulitan menemukan ritme terbaik. Tak hanya itu, rekan setimnya, Takamoto Katsuta, bahkan terbalik di salah satu etape, menambah daftar drama pada hari pembuka.
Dengan enam etape lagi menanti pada Sabtu, persaingan di Sardegna belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Ogier memang menutup hari pertama sebagai pemimpin, tetapi Fourmaux dan Tanak masih menjaga jarak yang cukup dekat untuk menekan di lanjutan reli. Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












