Berita  

Pertamina Mendorong Energi Hijau dengan SAF

Pertamina Patra Niaga, sebuah anak perusahaan PT Pertamina (Persero), menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi menuju energi hijau dengan mempercepat penggunaan biofuel, Sustainable Aviation Fuel (SAF), dan energi terbarukan lainnya. Harsono Budi, perwakilan Pertamina, menyatakan bahwa Indonesia telah lama menjalankan program biodiesel dan saat ini telah mencapai B40, menunjukkan komitmen untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Pertamina kini fokus pada pengembangan bahan bakar ramah lingkungan untuk sektor penerbangan, terutama Sustainable Aviation Fuel (SAF). Hasil uji coba SAF menunjukkan bahwa bahan bakar tersebut aman digunakan untuk penerbangan komersial tanpa perlu modifikasi pada pesawat atau infrastruktur bandara. Selain itu, SAF berbasis used cooking oil (UCO) bisa mengubah limbah menjadi energi bernilai ekonomi sambil mengurangi jejak karbon.

Pemerintah telah menargetkan implementasi SAF sebesar 1% pada tahun 2027, dengan Pertamina sudah berhasil melakukan uji coba SAF yang tersertifikasi di Kilang Cilacap dan tiga bandara besar di Indonesia. Selain SAF, Pertamina juga mengembangkan Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) dan Pertamax Green 95 untuk mengurangi emisi gas buang. Upaya ini akan semakin ditingkatkan ke depan dengan dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk industri otomotif dan masyarakat.

Tidak hanya berfokus pada bahan bakar ramah lingkungan untuk masyarakat, Pertamina Patra Niaga juga menerapkan energi hijau dalam operasional internalnya. Terminal BBM dan SPBU Green Energy Station telah memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk mengurangi konsumsi energi fosil. Harsono Budi menekankan bahwa transisi ke energi hijau adalah perjalanan panjang yang memerlukan kolaborasi yang kuat dari berbagai pihak agar energi hijau dapat menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional.

Source link