Berita  

Dari Al-Qaeda ke Podium PBB: Kebangkitan Suriah

Suriah kembali ke panggung internasional setelah Ahmad al-Sharaa, mantan pemimpin Al-Qaeda, menjadi presiden Suriah yang pertama berpidato di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam hampir 60 tahun. Pidato al-Sharaa menandai kebangkitan Suriah setelah rezim Bashar al-Assad runtuh, dan menjadi presiden pertama yang berbicara di PBB sejak 1967. Ia mengecam kebijakan Israel yang dianggap mengancam Suriah dan menjanjikan penindakan terhadap kasus kekerasan sektarian yang terjadi. Al-Sharaa juga menyatakan pemerintahan baru telah menghentikan bisnis narkoba Captagon yang digunakan Assad untuk mendanai pemerintahannya.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menekankan perlunya kesepakatan yang menjamin keamanan Israel dalam negosiasi keamanan terkait Dataran Tinggi Golan. Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan rencana pencabutan sebagian besar sanksi terhadap Suriah, namun pencabutan penuh masih memerlukan persetujuan Kongres. Al-Sharaa menegaskan bahwa Suriah tidak menginginkan penderitaan yang dialaminya bagi siapapun, sambil menyatakan dukungannya pada warga Palestina di Gaza.

Reaksi terhadap pidato al-Sharaa di Majelis Umum PBB menuai beragam tanggapan. Warga Damaskus merespon dengan sorak-sorai gembira, namun diaspora Suriah di New York terbelah pendapatnya. Ada yang menyayangkan penerimaan al-Sharaa di PBB, mengingat latar belakangnya sebagai mantan anggota Al-Qaeda, namun ada juga yang memberikan dukungan pada pidatonya sebagai bentuk kebangkitan Suriah.

Source link