Profil Akhmad Wiyagus: Dari Perwira Tinggi Polri ke Wamendagri
Akhmad Wiyagus resmi masuk ke lingkaran kabinet setelah dilantik Presiden RI Prabowo Subianto sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) dalam Kabinet Merah Putih. Prosesi pelantikan digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (8/10) sore, berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 32 M Tahun 2025. Penunjukan ini menandai babak baru perjalanan panjang seorang polisi karier yang namanya dikenal lewat rekam jejak kepemimpinan dan integritas.
Jejak Panjang dari Akpol 1988
Akhmad Wiyagus lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 23 September 1967. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1988 dengan spesialisasi reserse. Tak hanya meniti karier di lapangan, Wiyagus juga memperkuat kapasitas akademiknya hingga meraih gelar Doktor Hukum dari Universitas Trisakti. Latar belakang ini membuat namanya kerap dikaitkan dengan sosok perwira yang memiliki bekal teknis sekaligus pemahaman hukum yang kuat.
Karier Kepolisian yang Bertahap dan Strategis
Perjalanan dinas Wiyagus dimulai dari posisi Kasat Sabhara Polres Pandeglang dan Dantontar Mentarsis Akpol pada 1992. Sejak itu, ia terus menapaki berbagai jabatan penting di lingkungan Polri. Beberapa posisi yang pernah diembannya antara lain Kasubbag Binops Narkoba Diserse Polda Sumsel hingga Kapolda Jawa Barat. Rangkaian jabatan tersebut menunjukkan bahwa Wiyagus bukan figur baru dalam urusan pengamanan, penegakan hukum, dan pengelolaan organisasi kepolisian di level strategis.
Sosok Berintegritas yang Kini Masuk Pemerintahan
Nama Wiyagus juga mendapat sorotan saat meraih Hoegeng Awards 2022 untuk kategori Polisi Berintegritas. Penghargaan itu memperkuat citranya sebagai perwira yang dinilai konsisten menjaga etika dan disiplin kerja. Saat dilantik menjadi Wamendagri, Wiyagus mengucapkan sumpah di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan menyatakan kesanggupannya untuk memegang teguh UUD 1945 serta menjalankan seluruh peraturan perundang-undangan. Dengan latar belakang kepolisian yang panjang, kehadirannya di Kementerian Dalam Negeri dipandang membawa harapan akan gaya kerja yang tegas, tertib, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












