Honda Tersendat di Valencia, Kesalahan Mir Bikin Misi Naik Kelas Jadi Rumit
Honda datang ke akhir pekan Grand Prix Valencia dengan target yang terdengar sederhana: mengumpulkan sembilan poin untuk naik dari konsesi Grup D ke Grup C. Namun, rencana itu langsung terguncang setelah Joan Mir terlibat insiden dengan rekan setimnya, Luca Marini, pada sprint race Sabtu di Sirkuit Ricardo Tormo. Alih-alih mendekat ke target, Honda justru dibuat waswas karena peluangnya kini bergantung pada balapan utama Minggu, saat Mir juga harus menjalani Long Lap penalty.
Insiden yang Mengubah Arah Akhir Pekan Honda
Mir memulai sprint dari posisi 10, sementara Marini berada di urutan 13. Keduanya sama-sama belum masuk zona poin ketika Mir berusaha memperbaiki posisinya di awal lap kedua. Upaya itu berakhir buruk: Mir terjatuh dan menghantam Marini, membuat dua pebalap Honda itu gagal menyelesaikan misi kecil yang sesungguhnya sudah sangat penting bagi pabrikan asal Jepang tersebut.
“Itu sesuatu yang tidak pernah ingin terjadi,” kata Mir. “Saya minta maaf kepadanya, minta maaf kepada tim, karena ini bukan sesuatu yang biasanya saya lakukan. Itu kesalahan saya, tapi itu bukan manuver yang gila.”
Target Sembilan Poin Kini Jauh Lebih Sulit
Sebelum akhir pekan dimulai, Honda menilai peluang untuk mengumpulkan sembilan poin cukup terbuka. Dalam skema konsesi, hanya motor terdepan dari tiap balapan yang dihitung dalam perolehan poin. Karena itu, satu hasil baik saja di Valencia bisa sangat menentukan. Tetapi kegagalan di sprint membuat tekanan meningkat tajam, terlebih Johann Zarco dari LCR Honda juga tidak mampu menyelamatkan situasi dan finis di luar poin di posisi 10.
Dengan kondisi seperti ini, beban besar kini berada di pundak Mir, Marini, atau Zarco untuk setidaknya finis ketujuh pada balapan terakhir musim ini, Minggu. Situasi itu semakin berat karena Mir harus menjalani hukuman Long Lap, yang otomatis mengurangi peluangnya di trek yang sama tempat ia pernah menjadi juara dunia MotoGP 2020.
Honda Ingin Keluar dari Grup D, Tapi Bayarannya Mahal
Tekanan di Valencia bukan sekadar soal hasil satu akhir pekan. Honda dan bos tim HRC, Alberto Puig, sudah sejak awal menegaskan keinginan mereka untuk keluar dari konsesi Grup D, meski konsekuensinya adalah kehilangan sebagian hak uji coba dan kebebasan pengembangan. Artinya, target sembilan poin ini dipandang sebagai langkah penting untuk mengubah posisi Honda di level teknis musim depan.
Mir mengakui bahwa situasinya kini jauh lebih sulit dari perkiraan awal. “Kalau Anda bertanya kepada saya pada Kamis apakah akan ada masalah untuk mendapatkan sembilan poin atau semacam itu, saya akan bilang mungkin tidak,” ujarnya. “Tapi sekarang saya harus menjalani balapan yang bagus besok untuk mencoba kehilangan konsesi.”
Ia juga menambahkan bahwa akhir pekan ini berjalan lebih berat dari yang diprediksi. “Kami mengalami lebih banyak masalah daripada yang kami harapkan. Saya sendiri, rekan setim saya, kami berjuang lebih keras dari yang kami perkirakan di trek ini. Itulah kenyataannya.”
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












