Berita  

Tangkap 3.500 Pelaku Kejahatan Seks Online: Berita Terbaru

Kepolisian Korea Selatan telah berhasil menangkap lebih dari 3.500 tersangka, termasuk remaja dalam operasi besar-besaran terhadap kejahatan seks siber selama setahun terakhir. Operasi ini dilakukan dari November 2024 hingga Oktober 2025 oleh Kantor Investigasi Nasional Badan Kepolisian Nasional Korea (KNPA). Dari ribuan kasus kejahatan seks siber yang dilaporkan, hampir setengahnya berhasil diungkap, dan sebanyak 3.557 tersangka berhasil ditangkap, dengan 221 di antaranya ditahan.

Penyebab utama dari operasi ini adalah ketika ruang obrolan Telegram para pelaku kejahatan seks siber terungkap pada Agustus 2024. Kejahatan deepfake, yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk membuat gambar dan video palsu namun realistis, telah diidentifikasi sebagai kontributor utama dari kejahatan tersebut. Mayoritas pelaku adalah remaja sebesar 47,6%, diikuti oleh individu berusia 20-an sebesar 33,2%.

Data kepolisian menunjukkan adanya lonjakan penangkapan pelaku terkait deepfake, dengan persentase remaja mencapai 61,8%, atau 895 individu. Hal ini dihubungkan dengan kemahiran digital yang dimiliki remaja dan aksesibilitas terhadap alat penyuntingan yang semakin mudah. Dalam menghadapi situasi ini, KNPA memiliki rencana untuk melanjutkan penindakan hingga Oktober 2026 dengan fokus pada kejahatan yang melibatkan teknologi AI dan penyalahgunaan teknologi generatif.

Pelaku remaja yang tinggi juga mendorong kepolisian untuk bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan guna memperluas materi pencegahan kejahatan deepfake di sekolah dan meningkatkan kampanye kesadaran remaja. Terobosan teknologi AI yang pesat juga menjadi salah satu faktor penyebab peningkatan drastis dalam penangkapan pelaku kejahatan seks siber. Oleh karena itu, penindakan yang dilakukan oleh KNPA diharapkan dapat membantu menekan angka kejahatan tersebut di masa depan.

Source link