Berita  

BLKK Meraih Penghargaan, Kemnaker Targetkan 1 Juta Lantik

BLKK Raih Sorotan di Naker Award 2025, Kemnaker Bidik Dukungan untuk Lantik 1 Juta Orang

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberi panggung khusus bagi para pelaku pembangunan ketenagakerjaan lewat Naker Award 2025. Ajang tahunan ini tak sekadar menjadi seremoni penghargaan, tetapi juga penanda bahwa pemerintah tengah mendorong kolaborasi yang lebih erat antara lembaga pelatihan, perusahaan, dan pemangku kepentingan lain di sektor ketenagakerjaan.

BLKK Masuk Daftar Penerima Penghargaan

Dalam gelaran tersebut, sejumlah Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) terbaik ikut mendapat pengakuan atas kontribusinya. Tiga di antaranya adalah BLKK Amumarta Yogyakarta, BLKK Raudlatul Muttaqin Bangkalan, dan BLKK Pondok Pesantren Istislahul Faroj Kediri. Kehadiran mereka dalam daftar penerima penghargaan menunjukkan peran BLKK yang makin diperhitungkan dalam menyiapkan tenaga kerja yang lebih siap pakai.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyebut saat ini ada sekitar 4 ribu BLKK di Indonesia. Jumlah tersebut menjadi modal penting bagi Kemnaker, yang pada 2026 berencana melakukan pendataan BLKK aktif agar program bantuan berikutnya bisa lebih tepat sasaran.

Target Besar: Lantik 1 Juta Orang

Di tengah penghargaan yang diberikan, Kemnaker juga menegaskan target kerja yang cukup ambisius: melantik 1 juta orang dalam setahun ke depan. Untuk mencapai sasaran itu, dukungan BLKK dinilai sangat penting karena lembaga-lembaga pelatihan komunitas ini berada dekat dengan masyarakat dan bisa menjadi pintu awal peningkatan keterampilan kerja.

Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi menjelaskan bahwa Naker Award 2025 merupakan bentuk apresiasi bagi perusahaan, lembaga, dan pihak lain yang berkomitmen dalam pengembangan dunia kerja nasional. Menurut dia, penghargaan ini juga diarahkan untuk mendorong mutu layanan ketenagakerjaan, memacu inovasi, serta memperkuat sinergi antarpihak.

Empat Kategori Lain Ikut Disorot

Tahun ini, Naker Award 2025 mencakup lima kategori, yakni Perusahaan yang Telah Mempekerjakan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas, Wajib Lapor Lowongan Pekerjaan Terbaik, Sending Organization Pemagangan Luar Negeri Terbaik, Balai Latihan Kerja Komunitas Terbaik, dan Lembaga Sertifikasi Profesi Terbaik. Susunan kategori itu memperlihatkan bahwa Kemnaker tidak hanya memberi perhatian pada dunia usaha, tetapi juga pada akses kerja yang inklusif, pemagangan, pelatihan, dan sertifikasi.

Melalui agenda ini, Kemnaker ingin menjaga ritme kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, lembaga pelatihan, dan dunia industri. Harapannya, penghargaan tidak berhenti pada pengakuan simbolik, melainkan ikut memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.