Rangkuman Lawatan Ratu Máxima di Indonesia: Sorotan Terkini

Ratu Máxima baru saja menyelesaikan rangkaian kunjungan kerja ke Indonesia dari Senin hingga Kamis. Lawatannya kali ini dilakukan dalam kapasitasnya sebagai United Nations Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health untuk mempromosikan keuangan inklusif dan kesehatan keuangan masyarakat. Selama tiga hari kunjungannya, Ratu Máxima mengunjungi berbagai wilayah di Indonesia seperti Kabupaten Sragen, Kota Solo, Kota Jakarta, dan Kabupaten Bekasi.

Ini bukanlah kali pertama Ratu Máxima mengunjungi Indonesia, namun ini adalah kunjungan kelimanya. Sebelumnya, ia pernah berkunjung sebagai Penasihat Khusus Sekretaris Jenderal PBB pada tahun 2012, 2016, dan 2018. Sebagai Ratu Belanda, ia juga pernah mendampingi Raja Willem-Alexander dalam kunjungan kenegaraan pada tahun 2020.

Selama kunjungannya, Ratu Máxima melakukan sejumlah kegiatan. Mulai dari mengunjungi pabrik garmen di Kabupaten Sragen, Kampung Batik Laweyan di Solo, hingga hadir di acara Women’s World Banking di Pura Mangkunegaran. Ia juga menghadiri diskusi dengan organisasi pembangunan di kantor PBB setempat, bertemu dengan International Finance Corporation, dan mengunjungi rumah subsidi di Kabupaten Bekasi.

Ratu Máxima juga mengunjungi Deloitte Indonesia untuk berbicara tentang kesehatan finansial karyawan. Kunjungannya diakhiri dengan agenda literasi finansial bersama OJK, BI, dan Kemenkeu. Ia juga bertemu dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka untuk membagikan temuan dan kesan dari kunjungannya. Menariknya, Ratu Máxima juga sempat melihat bank sampah dan proses tanda tangan akad jual beli rumah.

Kunjungan Ratu Máxima ke Indonesia merupakan upaya untuk mempromosikan keuangan inklusif dan meningkatkan kesehatan finansial masyarakat. Aksi nyata dan keseriusan Ratu Máxima dalam memperjuangkan masalah keuangan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia.

Pewarta: Melalusa Susthira Khalida
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2025

Source link