Penutupan MotoGP 2025 di Valencia, beberapa pekan lalu, menimbulkan perubahan yang perlu diperhatikan untuk grid musim depan. Kembalinya pembalap seperti Jorge MartÃn dan Maverick Vinales menjadi sorotan, meskipun absen dalam beberapa balapan Grand Prix karena cedera. Namun, perpisahan penting dalam kejuaraan juga terjadi di tim pembalap The Roses, Tech3, ketika Herve Poncharal melakukan balapan terakhirnya sebagai bos tim. Kepala tim karismatik ini juga merupakan kepala IRTA yang meninggalkan jabatannya.
Mulai 2026, tim Tech3 akan berada di bawah kendali grup investasi yang mayoritasnya terdiri dari orang Amerika. Mereka mengakuisisi tim bernilai kurang dari 20 juta euro dan menjadi dukungan utama bagi Guenther Steiner, mantan bos tim Haas F1, yang akan membawa wajah baru di Tech3. Meskipun Poncharal akan tetap berperan sebagai penasihat, perpisahan dengan tim ini merupakan momen penting dalam karirnya.
Di Sirkuit Ricardo Tormo, Poncharal mengungkapkan perasaannya terhadap perubahan tersebut. Dia mengibaratkan hidup seperti sebuah buku, yang kini ia menutup satu babnya untuk memulai fase baru. Meskipun meninggalkan tim yang ia dirikan bersama insinyur Guy Coulon dan Bernard Martignac selama lebih dari tiga dekade, Poncharal tidak merasa sedih. Ia yakin tim Tech3 akan tetap sukses setelah penjualannya dan berharap masa depan tim akan cerah seperti masa lalu.
Poncharal memastikan akan mendukung tim selalu sebaik mungkin di masa depan. Goyon, manajer tim Tech3, juga mengucapkan terima kasih atas kontribusi Poncharal dan Coulon dalam mengembangkan tim selama 36 tahun terakhir. Dengan demikian, perpisahan ini menjadi momen penting yang patut diingat dalam sejarah MotoGP.












