Sebelum memimpin tim Formula 1, Helmut Marko dan Christian Horner adalah seorang pembalap. Andrea Stella mencapai puncak McLaren dengan menyelesaikan perjalanan teknik, tumbuh dan berkembang di tim-tim ternama. Dua tim yang bersiap memperebutkan gelar juara pembalap di Yas Marina ini memiliki filosofi yang berbeda. Red Bull Racing, yang dipimpin oleh Max Verstappen, telah mempertahankan sistem yang sukses selama bertahun-tahun, dengan empat gelar juara. Sedangkan McLaren, berfokus pada etos tim dan berhasil meraih gelar Kejuaraan Dunia Konstruktor. Musim 2025 menjadi tantangan bagi Verstappen karena belum pernah memimpin klasemen sejak awal musim. Akhir pekan di Yas Marina akan menentukan nasib tim dan pembalap, apakah Red Bull Racing atau McLaren yang akan keluar sebagai juara.
McLaren, yang dipimpin oleh Lando Norris dan Oscar Piastri, juga menempatkan efisiensi metode di garis depan. Jika Norris atau Piastri berhasil mencapai target mereka, itu akan menjadi sukses bagi Andrea Stella dan Zak Brown. Namun, jika Verstappen memenangkan gelar kelima di Yas Marina, McLaren mungkin perlu mempertimbangkan kembali metode, pendekatan, dan filosofi mereka. Akhir pekan balapan di Abu Dhabi akan menjadi poin balik penting yang akan menentukan masa depan kedua tim dan pembalap mereka. Jadwal F1 GP Abu Dhabi menampilkan pertarungan sengit antara Red Bull Racing dan McLaren, dengan Kualifikasi dan Race menjadi momen penentuan bagi siapa yang akan menjadi juara.












