Mohammed Ben Sulayem telah terpilih kembali sebagai presiden FIA tanpa ada lawan dalam pemilihan yang berlangsung di Tashkent, Uzbekistan. Ini merupakan masa jabatan kedua Ben Sulayem setelah pertama kali terpilih pada tahun 2021 dengan dukungan 61,62 persen suara. Wakil presiden bidang olahraga, Graham Stoker, hanya meraup 36,62 persen suara. Dalam pernyataannya, Ben Sulayem berterima kasih kepada semua Anggota FIA yang telah memberikan dukungan kepadanya. Meskipun awalnya terdapat pesaing seperti Tim Mayer, Laura Villars, dan Virginie Philippot, tidak satupun dari mereka yang berhasil mencalonkan diri karena aturan yang ketat dari FIA. Proses pemilihan tersebut dikecam oleh Mayer sebagai “ilusi demokrasi” dan Villars menggugat FIA atas proses yang dinilai tidak demokratis. Meski begitu, Ben Sulayem kembali terpilih dengan dukungan yang kuat dari wakil presiden yang memenuhi syarat. Meskipun beberapa kontroversi muncul terkait proses pemilihan tersebut, FIA tetap mengumumkan kemenangan Ben Sulayem sebagai presiden yang akan menjalani masa jabatan keduanya selama empat tahun ke depan.
Kembalinya Mohammed Ben Sulayem ke FIA: Apa yang Harus Diketahui
Read Also
Recommendation for You

Musim 2025 yang penuh gejolak terus memberikan dampak besar bagi pembalap Spanyol, Jorge Martín, yang…

Pada musim pertamanya sebagai pabrikan Formula 1, Audi harus beralih dari status Sauber sebagai tim…

Tim satelit Aprilia akan kembali menggunakan dua corak yang berbeda pada MotoGP 2026. Salah satunya…

F1 akan segera menghadapi perubahan regulasi mesin yang signifikan, dengan fokus pada pembagian 50:50 antara…








