Sergio Perez, pembalap Red Bull, membeberkan bahwa timnya membiayai sesi terapi yang mahal untuk mendukungnya selama balapan di Formula 1. Perez bergabung dengan Red Bull pada tahun 2021 setelah rekan setimnya, Pierre Gasly dan Alex Albon, mengalami kesulitan di mobil kedua tim. Meskipun hanya meraih satu kemenangan pada musim tersebut, Perez terus berjuang untuk menyaingi Max Verstappen yang memenangi 10 balapan grand prix dan memenangkan gelar juara dunia pertamanya.
Saat awal bergabung dengan Red Bull, Perez merasa perlu mendapatkan bantuan psikolog. Tim Red Bull menyarankan kepada Perez untuk mengunjungi seorang psikolog, dan centang merah atas hasil yang kurang sesuai dengan harapan. Perez menceritakan pengalamannya dengan menyebut bahwa timnya mendapat tagihan sebesar 6.000 pounds atau sekitar Rp135,8 juta untuk sesi terapi tersebut.
Meskipun sering finis di podium dan sesekali meraih kemenangan, performa Perez terus terkendala jika dibandingkan dengan Verstappen. Pada tahun 2024, performa Perez menurun saat mengemudikan mobil RB20 yang menimbulkan masalah. Hal ini membuat Perez akhirnya keluar dari tim Red Bull setelah beberapa tahun bersama mereka. Setelah absen pada musim 2025, Perez kembali ke F1 pada tahun ini dengan bergabung bersama tim Cadillac baru.
Perez mengakui bahwa dalam beberapa tahun terakhir, dia merasa butuh bantuan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Pengalaman tersebut membuat Perez sadar bahwa memiliki pikiran yang tenang dan fokus dalam balapan sangat penting. Perez juga mengungkapkan bahwa melawan tekanan dari tim sendiri ketika performanya menurun merupakan hal yang sulit. Perez meyakini bahwa hanya orang yang memiliki ketabahan mental yang kuat yang bisa bertahan dalam situasi sulit seperti itu.












