Berita  

Dubes Iran Menanggapi Ancaman Tarif Baru Trump

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyoroti ancaman Presiden AS, Donald Trump, terkait tarif baru yang akan dikenakan terhadap negara-negara mitra dagang Iran. Menurut Boroujerdi, kebijakan tersebut bukan hal baru dan diyakini memiliki kemungkinan kecil untuk efektif. Ia menegaskan bahwa tidak semua negara akan tunduk pada kebijakan sepihak AS, dengan Uni Eropa dan negara independen lainnya menolak untuk mengikuti aturan semacam itu.

Boroujerdi juga menyoroti bahwa sanksi ekonomi terhadap Iran telah terbukti gagal mencapai tujuan politik AS meskipun tekanan tersebut masih terus dilakukan. Meskipun Iran menghadapi tantangan ekonomi, termasuk tekanan terhadap nilai tukar mata uang nasional, Boroujerdi yakin bahwa upaya untuk mengubah rezim Iran tidak akan berhasil.

Ancaman tarif 25% yang dinyatakan oleh Trump terhadap negara yang masih berbisnis dengan Iran juga dipertanyakan keabsahannya. Hingga saat ini, belum ada dokumentasi resmi dari Gedung Putih terkait kebijakan tersebut, serta mekanisme penerapannya. Ancaman tarif tersebut akan berdampak pada importir AS yang membeli barang dari negara mitra dagang Iran. Ancaman ini juga muncul di tengah protes anti-pemerintah terbesar di Iran dalam beberapa tahun terakhir.

Source link