Berita  

Eks Wamenlu: RI Harus Berani Tolak Amerika Serikat

Pernyataan dari Dino Patti Djalal, Wakil Menteri Luar Negeri RI ke-6, menyoroti pentingnya Indonesia dalam mengatakan “tidak” kepada Amerika Serikat (AS) ketika kepentingan nasional terancam. Hal ini merupakan elemen kunci dari politik luar negeri bebas aktif Indonesia. Menurut Djalal, kemampuan untuk mendorong balik tekanan negara besar adalah hal yang harus dimiliki Indonesia. Dia mencontohkan saat Indonesia menolak invasi AS ke Irak pada awal 2000-an dan proses panjang perundingan UNCLOS di PBB di mana AS menekan negara-negara lain. Djalal menegaskan bahwa kemampuan untuk menolak dan pushback merupakan hal penting dalam politik luar negeri Indonesia.

Dino juga menyoroti kebutuhan untuk Indonesia dalam memastikan kesepakatan dagang dan tarif antara Indonesia dan AS adil dan setara. Dia mempertanyakan politik luar negeri AS yang kurang menghormati kesetaraan dalam perjanjian dagang. Dalam konteks tekanan ekonomi dan tarif dari AS, Djalal menegaskan bahwa Indonesia harus tetap berani mengatakan “tidak” kepada tekanan tersebut. Meskipun pentingnya menjaga hubungan baik dengan AS, Djalal menegaskan bahwa keterbukaan dan ketegasan harus tetap dijaga dalam hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara besar lainnya. Itulah esensi dari politik luar negeri bebas aktif Indonesia.

Source link