MotoGP menghadapi musim terakhir siklus regulasi saat ini pada tahun 2026. Di musim-musim sebelumnya, dominasi Ducati telah terlihat jelas dalam kejuaraan ini. Pabrikan Italia ini menunjukkan kemajuan signifikan sejak tahun 2015. Meskipun gelar juara direbut oleh pembalap seperti Joan Mir dan Fabio Quartararo, Ducati tetap menjadi motor terbaik di grid. Di Kejuaraan Dunia, Ducati telah menjadi panutan dengan empat gelar juara pembalap dan enam gelar merek berturut-turut. Meskipun Aprilia terlihat mengancam dominasi Ducati belakangan ini, para penggemar tetap menganggap Ducati sebagai favorit. Namun, situasi ini berpotensi berubah pada tahun 2027 dengan peraturan teknis baru yang melibatkan pengurangan kapasitas mesin, pembatasan aerodinamika, dan penghapusan perangkat ketinggian.
Pada presentasi Desmosedici GP26 untuk musim 2026, CEO Ducati, Claudio Domenicali, membahas upaya untuk menyusun rencana kemenangan dalam menghadapi peraturan baru pada 2027. Domenicali menegaskan bahwa Ducati berusaha untuk menemukan cara untuk memenangkan balapan pada tahun tersebut. Peraturan baru tersebut ditujukan untuk menyederhanakan motor agar Ducati tidak menciptakan inovasi yang aneh. Menurut Domenicali, bagian dari aturan yang dihapus sebenarnya telah dimanfaatkan sebelumnya oleh Ducati, seperti pada kasus sistem koreksi kemiringan belakang. Meskipun aturan baru tersebut lebih sederhana, Ducati tetap mencoba untuk mencari celah untuk mengoptimalkan kinerja motor mereka.
Semua upaya tim Ducati dipimpin oleh Gigi Dall’Igna dan Davide Barana untuk menciptakan motor yang sesuai dengan regulasi baru tersebut. Domenicali berharap Ducati dapat memperpanjang masa kejayaan mereka di MotoGP, menantang diri sendiri untuk mencapai sukses dalam beberapa musim mendatang. Dengan fokus pada pengembangan teknologi dan kecerdasan tim, Ducati berusaha untuk tetap menjadi pemimpin dalam dunia balap motor.












