Berita  

Ekspor Perhiasan RI Meningkat Tajam di Swiss dan Eropa

Selama tahun 2025, ekspor nonmigas Indonesia ke Swiss mengalami lonjakan signifikan hingga 225% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan yang luar biasa ini terutama disebabkan oleh dominasi komoditas perhiasan dan permata dalam struktur ekspor Indonesia ke Swiss. Menurut Menteri Perdagangan, Budi Santoso, ekspor Indonesia ke Swiss cenderung terfokus pada komoditas bernilai tinggi tersebut. Pada tahun 2024, perhiasan dan permata mendominasi lima besar ekspor nonmigas Indonesia ke Swiss, dengan pangsa mencapai 96,23%. Namun, pada tahun 2025, dominasi ini semakin kuat dengan pangsa perhiasan dan permata naik menjadi 98,73% dari total ekspor nonmigas ke Swiss.

Penurunan nilai ekspor komoditas lainnya juga terjadi, seperti mesin dan peralatan listrik, kendaraan, olahan buah dan sayuran, serta alas kaki. Lonjakan ekspor ke Swiss ini berbeda dengan pertumbuhan ekspor ke negara lain, seperti Singapura, Uni Emirat Arab, Thailand, dan Bangladesh. Selain itu, pertumbuhan ekspor nonmigas Indonesia juga terjadi dalam beberapa kawasan, yaitu Asia Tengah, Afrika Barat, Eropa Barat, Amerika Selatan, dan Afrika Timur.

Nilai total ekspor nonmigas Indonesia pada bulan Desember 2025 mencapai US$25,09 miliar, naik 15,93% dari bulan sebelumnya, dengan total ekspor sepanjang tahun 2025 mencapai US$269,84 miliar. Tiongkok menjadi tujuan utama ekspor Indonesia dengan nilai ekspor US$64,82 miliar, diikuti oleh Amerika Serikat, India, Jepang, dan Malaysia. Lonjakan ekspor ini memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dan memperkuat posisinya di pasar internasional.

Source link