Berita  

Hemat Bensin: Filipina Terapkan Kerja 4 Hari Sepekan

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. telah mengumumkan penerapan sistem kerja empat hari seminggu di sejumlah kantor cabang eksekutif Filipina mulai 9 Maret. Kebijakan ini diambil dalam rangka mengurangi konsumsi bahan bakar dan menghemat energi, menghadapi lonjakan harga minyak global akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Langkah pengaturan waktu kerja ini disertai dengan larangan perjalanan dinas dan aktivitas pemerintah yang dianggap tidak darurat. Selain itu, instansi pemerintah juga diinstruksikan untuk melakukan penghematan energi yang signifikan.

Kebijakan ini diatur melalui Surat Edaran Memorandum No. 114, yang juga merujuk pada kebijakan sebelumnya. Beberapa lembaga pemerintah, seperti Departemen Perdagangan dan Industri Filipina, telah menyiapkan langkah tambahan dengan mengalihkan operasional kantornya ke sistem kerja jarak jauh. Adapun sektor swasta juga memiliki fleksibilitas kerja melalui Undang-Undang Telecommuting yang telah disahkan sejak 2018.

Meskipun demikian, kebijakan kerja empat hari ini disambut dengan hati-hati oleh kalangan dunia usaha. Ferdinand Ferrer dari Philippine Chamber of Commerce and Industry menekankan perlunya konsultasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa setiap industri tidak terpengaruh secara negatif. Senator Sherwin Gatchalian juga pernah mengusulkan pengurangan hari kerja untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga minyak.

PCCI, di sisi lain, menilai bahwa pengurangan hari kerja secara menyeluruh di sektor swasta dapat berdampak negatif terhadap sejumlah industri tertentu, terutama sektor manufaktur. Oleh karena itu, PCCI mendorong kebijakan ini harus didasarkan pada data dan harus sensitif terhadap kebutuhan sektor. Langkah-langkah ini menegaskan perlunya dialog yang terbuka dengan pemerintah, pembuat undang-undang, dan kelompok buruh sebelum kebijakan ini diterapkan secara luas.

Sejarah juga menunjukkan bahwa ini bukan kali pertama Filipina menerapkan kebijakan kerja yang berbeda dalam menghadapi krisis energi global. Departemen Tenaga Kerja dan Ketenagakerjaan Filipina pernah mengadopsi sistem kerja empat hari sebelumnya saat menghadapi krisis minyak global akibat Perang Teluk 1990.

Source link