Berita  

Mudik 2020: 1,5 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

Arus mudik Lebaran 2026 telah memulai proses pengosongan wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dalam rentang waktu H-10 hingga H-3 Idulfitri 1447 H, sekitar 1,5 juta kendaraan telah diperkirakan meninggalkan kawasan Jabodetabek. Data yang dirilis oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk menunjukkan bahwa total kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek pada periode 11-18 Maret 2026 mencapai 1.483.703 unit, mengalami lonjakan signifikan sebesar 30,1% dibandingkan dengan kondisi normal lalu lintas sekitar 1,14 juta kendaraan.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan bahwa jumlah kendaraan yang telah berangkat ini hanya mencakup sekitar 42% dari total proyeksi arus mudik tahun ini. Proyeksi total diperkirakan mencapai 3,5 juta kendaraan hingga akhir periode libur Lebaran.

Secara spesifik, mayoritas pemudik cenderung bergerak ke arah timur. Dari data yang tercatat, sebanyak 788.710 kendaraan atau sekitar 53,1% menuju Trans Jawa dan Bandung. Di samping itu, terdapat 402.945 kendaraan atau 27,2% yang menuju Merak, dan 292.048 kendaraan atau 19,7% yang bergerak ke arah kawasan Puncak.

Lonjakan arus mudik yang paling signifikan terjadi di jalur Trans Jawa. Volume kendaraan yang melintas melalui Gerbang Tol Cikampek Utama mencapai 523.223 unit, meningkat lebih dari dua kali lipat dari kondisi normal. Sementara itu, arah Bandung melalui Kalihurip Utama tercatat sebanyak 265.487 kendaraan, naik tipis sebesar 6,8%.

Untuk jalur barat menuju Merak, volume kendaraan mencapai 402.945 unit, mengalami kenaikan sebesar 4,7%. Sedangkan untuk jalur selatan atau menuju Puncak melalui Ciawi, terdapat 292.048 kendaraan, naik sebesar 3,8% dari kondisi normal.

Puncak dari arus mudik ini diprediksi akan terjadi pada H-3 Lebaran atau Rabu, 18 Maret 2026. Pada hari tersebut, volume kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek mencapai 270.315 unit, mengalami lonjakan sebesar 98,3% dari lalu lintas normal harian. Upaya rekayasa lalu lintas pun diberlakukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan, dengan penerapan kebijakan seperti one way nasional hingga contraflow.

Selain itu, kepadatan mulai terasa di rest area. Jasa Marga telah mengoperasikan total 64 rest area, termasuk lima titik fungsional, serta menyediakan alternatif tempat istirahat di luar tol berupa 10 lokasi SPBU di sepanjang ruas Trans Jawa. Semua fasilitas tambahan ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan sekaligus memberikan opsi bagi pemudik untuk beristirahat tanpa harus bergantung pada rest area utama. Dengan demikian, pemudik diharapkan dapat melanjutkan perjalanan dengan lebih nyaman dan aman.

Source link