Berita  

Pangkas Kuota BBM-WFH: Kebijakan Baru dari PM Malaysia Anwar Ibrahim

Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, telah mengumumkan langkah-langkah strategis pemerintah dalam menghadapi krisis energi global yang dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Asia Barat. Pengumuman ini dilakukan untuk menjaga ketahanan fiskal negara dalam menghadapi lonjakan harga minyak mentah dunia. Pemerintah Malaysia akan melakukan penyesuaian sementara terhadap kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi demi menghadapi krisis energi global dengan pendekatan yang fokus pada kepentingan rakyat dan ketahanan bangsa.

Dalam kebijakan terbaru, pemerintah Malaysia akan mengurangi kuota bulanan program subsidi Budi Madani RON 95 (Budi95) dari 300 liter menjadi 200 liter per bulan bagi pengguna kendaraan pribadi. Meskipun ada pemangkasan kuota, harga jual eceran bensin RON95 tetap dipertahankan pada level subsidi untuk melindungi daya beli masyarakat. Pemerintah juga memberikan pengecualian khusus bagi sektor-sektor krusial seperti pengemudi e-hailing dan pengendara logistik dengan kuota subsidi 800 liter per bulan.

Anwar Ibrahim mengajak masyarakat untuk melakukan penghematan energi dan memperketat pengeluaran di tengah ketidakpastian global. Pemerintah Malaysia juga berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok lainnya melalui peningkatan alokasi program Jualan Rahmah. Kebijakan baru ini mulai berlaku efektif pada 1 April 2026 untuk menghadapi krisis energi global yang semakin memburuk di seluruh dunia. Selain itu, pemerintah terus memantau pergerakan harga minyak global dan berupaya untuk mengurangi kerugian yang ditanggung pemerintah selama ini.

Source link