Berita  

5 Cara Ekonom Senior Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi RI ke 8%

Pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 8% pada tahun 2029, sebagaimana tercantum dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Namun, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2026 berada di bawah target tersebut. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4%, lebih rendah dari target RPJMN sebesar 6,3%. Berbagai tantangan eksternal, seperti perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, telah memberikan dampak signifikan terhadap kondisi ekonomi global dan Indonesia. IMF memproyeksikan inflasi global pada tahun 2026 meningkat menjadi 4,4%, sementara pertumbuhan ekonomi dunia melambat menjadi 3,1% dari tahun sebelumnya.

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8%, diperlukan peningkatan produktivitas. Investasi dalam infrastruktur digital dianggap sebagai faktor kunci yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain itu, kebijakan di sektor prioritas, seperti energi terbarukan, transportasi massal, dan pelabuhan dan tol laut, juga berperan penting dalam meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. Kebijakan ekonomi hijau juga menjadi hal yang tidak bisa diabaikan, karena saat ini menjadi syarat utama dalam persaingan global.

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, diperlukan lima rekomendasi kebijakan. Mulai dari efisiensi investasi, penguatan konektivitas, pengembangan infrastruktur digital, reformasi pembiayaan, hingga penguatan green infrastructure. Dengan menerapkan strategi akselerasi infrastruktur ini, diharapkan Indonesia dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi yang diharapkan.

Source link