Berita  

Perang Iran: Kebingungan AS di Tengah Kekacauan

Trump Berubah Pendekatan dalam Konflik Iran

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Donald Trump terlihat mengalami perubahan pendekatan dalam menghadapi konflik dengan Iran. Dalam waktu singkat, kebijakan yang diambil menggambarkan kerumitan perang yang kini melibatkan Amerika Serikat di Timur Tengah.

Pada akhir pekan sebelumnya, Trump terkesan keras terhadap Iran dan menegaskan bahwa Teheran belum “membayar harga yang cukup besar”. Namun, tiba-tiba pada Selasa lalu, Gedung Putih meluncurkan “Project Freedom”, operasi kemanusiaan untuk membantu kapal-kapal yang terjebak keluar dari Teluk serta meredakan pengaruh Iran di Selat Hormuz.

Perubahan Sikap Trump

Hanya beberapa jam setelah peluncuran operasi, Trump kembali mengubah nada. Pada Rabu, Trump mengumumkan adanya kemajuan besar menuju kesepakatan damai dengan Iran. Meski terkesan berubah-ubah, tiga pendekatan Trump yang melibatkan tekanan militer, operasi maritim, dan diplomasi, sebenarnya tujuannya sama, yaitu melemahkan Iran tanpa perlu perang terbuka.

Meski demikian, kebingungan di pihak Washington terlihat dari perubahan kebijakan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Ancaman perang dan kemungkinan kegagalan diplomasi masih menghantui, meskipun Trump telah mengumumkan kesepakatan damai.

Negosiasi Damai dan Tantangan yang Ada

AS, Iran, dan mediator dari Pakistan dikabarkan semakin mendekati kesepakatan damai. Proposal MoU satu halaman menjadi jalan keluar, namun masih terdapat banyak perbedaan yang sulit diselesaikan. Berbagai pihak tampaknya merasa bahwa tekanan militer tambahan mungkin diperlukan untuk memperkuat posisi tawar di meja negosiasi.

Kendati begitu, Israel diyakini akan menolak kesepakatan apapun yang tidak menyentuh masalah senjata Iran dan kelompok proksi regional yang didukung oleh Teheran. Hasil kesepakatan kemungkinan akan sedikit lebih baik dari proposal sebelumnya, namun apakah bisa dicapai tanpa harus kembali ke jalur perang?

Source link