Berita  

Iran Makin Kuat Saat Dihajar AS-Israel: Buktinya

Amerika Serikat dan Israel Gagal Mengubah Keseimbangan di Timur Tengah

Jakarta, CNBC Indonesia – Aksi militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel di Timur Tengah dianggap sebagai kegagalan total yang justru memperkuat Iran secara geopolitik. Penilaian ini disampaikan oleh Brandon Weichert, seorang analis geopolitik terkemuka, dalam program Sanchez Effect di laman 19FortyFive.

Menurut Weichert, kampanye militer yang dilancarkan oleh AS tidak mengubah keseimbangan strategis di kawasan tersebut. Perang yang seharusnya berlangsung selama 96 jam malah berubah menjadi 120 hari, tanpa adanya perubahan signifikan yang dicapai oleh pihak Barat maupun sekutunya di Timur Tengah.

Sinyal Membingungkan Washington dan Teheran

Kegagalan militer ini terjadi di tengah sinyal komunikasi yang membingungkan antara Washington dan Teheran terkait kelanjutan perundingan untuk kesepakatan damai. Presiden AS, Donald Trump, menyatakan harapannya untuk melanjutkan proses negosiasi, namun otoritas Iran menolak pertemuan bilateral tingkat tinggi.

Perundingan tingkat rendah saat ini dilakukan di Doha dengan mediator dari pemerintah Qatar. Namun, implementasi kesepakatan awal menyebabkan ketegangan antara Israel dan Hizbullah, yang menolak aturan perlucutan senjata dan menimbulkan konflik bersenjata di wilayah perbatasan.

Situasi ini semakin mempersulit prospek perdamaian di kawasan Timur Tengah, dengan ketegangan antara Iran, AS, Israel, dan Lebanon semakin meningkat.

Source link