Berita  

Presiden Dievakuasi Tengah Malam: Fakta Terbaru

Presiden Taiwan Dievakuasi dalam Latihan Militer

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Taiwan, Lai Ching-te, tiba-tiba dievakuasi pada Rabu malam. Evakuasi tersebut dilakukan dengan membawa Presiden dan sejumlah pejabat senior menggunakan kendaraan lapis baja. Kantor kepresidenan Taiwan mengklaim ini sebagai bagian dari latihan “Wan Chun”.

Latihan Militer “Wan Chun” untuk Kesiapan Darurat

Menurut laporan dari BBC International, latihan “Wan Chun” ini merupakan bagian dari latihan militer tahunan Han Kuang yang bertujuan untuk menguji kesiapan Taiwan menghadapi kemungkinan perang dengan China. Evakuasi Presiden Lai dalam latihan ini menarik perhatian karena merupakan pertama kalinya sejak dia menjabat pada 2024.

Latihan Han Kuang berlangsung selama 10 hari dan diperuntukkan untuk memastikan pemerintahan Taiwan tetap berfungsi dalam situasi konflik. “Wan Chun” sendiri merupakan rencana darurat yang dirancang untuk menghadapi kemungkinan serangan yang menargetkan pusat kepemimpinan Taiwan.

Aktivitas Militer Konstan di Sekitar Taiwan

China telah berulang kali menyatakan klaimnya atas Taiwan dan menegaskan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan untuk menguasainya. Aktivitas militernya di sekitar Taiwan pun berlangsung hampir setiap hari. Kementerian Pertahanan Taiwan menyebutkan bahwa latihan Han Kuang melibatkan simulasi pertempuran realistis dan pengujian kesiapan masyarakat sipil.

Selain evakuasi Presiden Lai, pasukan Taiwan juga melakukan pengujian berbagai sistem persenjataan dan pertahanan di berbagai wilayah, termasuk peluncur rudal dan sistem pertahanan udara buatan Taiwan sendiri. Taiwan juga akan menguji perlambatan jaringan internet seluler untuk pertama kalinya dalam rangka menilai kemampuan komunikasi dalam keadaan darurat.

Di tengah ketegangan ini, China masih belum memberikan komentar terkait latihan militer Han Kuang Taiwan. Meskipun demikian, Taipei melaporkan adanya aktivitas pesawat militer dan kapal perang China di sekitar Taiwan hampir setiap hari. Beijing telah mengklaim Presiden Lai sebagai “separatis”, sementara Lai sendiri menegaskan bahwa masa depan Taiwan hanya dapat ditentukan oleh rakyat Taiwan.

Source link