Berita  

Ek Ketua DPR-Sepupu Presiden Ditangkap Korupsi Rp 2,1 T: Skandal Terbaru

Ferdinand Martin Gomez Romualdez, Eks Ketua DPR Filipina Ditangkap karena Korupsi

Jakarta, CNBC Indonesia – Ferdinand Martin Gomez Romualdez membuat heboh Filipina. Mantan Ketua DPR tetangga RI itu, yang juga sepupu langsung Presiden Filipina Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr ditangkap. Penangkapan dilakukan saat dirinya dirawat di sebuah rumah sakit di Metro Manila.

Romualdez sebelumnya telah dirawat di rumah sakit akibat gangguan kardiovaskular dan tekanan darah yang tidak stabil. Menurut Xinhua, Romualdez akan dipindahkan ke fasilitas penjara setelah kondisinya dianggap cukup stabil.

Skandal Korupsi dan Penangkapan

Penangkapan Ferdinand Martin Gomez Romualdez terkait dengan kasus korupsi proyek pengendalian banjir, infrastruktur, dan proyek pemerintah lainnya yang menggunakan anggaran nasional periode 2022 hingga 2025. Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintahan Daerah Filipina telah mengonfirmasi penangkapan tersebut dan membatasi kebebasan Romualdez.

Profil Romualdez

Mantan Ketua DPR di Kongres ke-19 Romualdez lahir pada 14 November 1963. Ia menjadi anggota kongres Distrik 1 Leyte sejak 2019 dan sebelumnya menjabat dari 2007 hingga 2016. Romualdez adalah keponakan dari mantan gubernur Leyte dan duta besar Benjamin “Kokoy” Romualdez. Ia juga merupakan sepupu pertama dari Ferdinand Marcos Jr.

Selain karir politik, Romualdez terlibat dalam bisnis media dan pertambangan, serta menjabat sebagai presiden partai politik Lakas-Christian Muslim Democrats. Berbagai aset dan kekayaannya yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir telah menarik perhatian Ombudsman Filipina.

Kekayaan Meningkat

Ombudsman Filipina mencurigai bahwa Romualdez telah memperoleh kekayaan yang signifikan dalam tiga tahun terakhir, yang kemudian diubah menjadi aset lain seperti rumah mewah dan kepemilikan saham. Asisten Ombudsman, Mico Clavano, menyebut bahwa Romualdez melakukan transaksi besar yang melibatkan dana miliaran peso tanpa dilaporkan secara transparan.

Berdasarkan penyelidikan, selama 2022 hingga 2025, Romualdez menerima dana dalam jumlah besar yang diubah menjadi aset lain untuk menyembunyikan sumber aslinya. Ombudsman memiliki 42 saksi yang memberatkan Romualdez dalam kasus ini, termasuk 28 saksi baru dan 14 mantan pengawal.

Source link