Paket upgrade besar yang dibawa McLaren ke Grand Prix Azerbaijan berpotensi berakhir sia-sia jika masalah kekuatan struktural pada komponen barunya tidak segera teratasi. Kekhawatiran itu disampaikan pundit F1 TV Alex Brundle setelah tim asal Woking tersebut menjalani akhir pekan tanpa meraih satu pun poin.
Hasil di Baku memang tidak sepenuhnya menggambarkan kinerja aerodinamika mobil McLaren. Namun, menurut Brundle, retakan yang muncul pada bagian lantai mobil dan pembatasan penggunaan kerb menjadi persoalan serius. Ia mempertanyakan apakah upgrade tersebut pada akhirnya dapat benar-benar digunakan dalam balapan.
Hasil buruk tidak sepenuhnya mencerminkan performa
McLaren datang ke Azerbaijan dengan membawa paket pengembangan besar. Akan tetapi, dua pembalapnya gagal mengamankan poin dalam balapan yang berlangsung setelah periode singkat persaingan di barisan depan.
Lando Norris, juara Formula 1 2025, tersingkir dalam insiden di Tikungan 1 saat restart setelah safety car. Pembalap Alpine Franco Colapinto mengalami lock-up dan bertabrakan dengan rekan setimnya, Pierre Gasly. Mobil Gasly kemudian menghantam Norris.
Oscar Piastri juga sempat berada dalam persaingan untuk meraih podium. Namun, pembalap Australia itu mengalami lock-up yang membuatnya melorot ke bagian belakang rombongan. Piastri akhirnya finis di posisi ke-13 dan McLaren meninggalkan Azerbaijan tanpa tambahan poin.
Dalam penampilannya di podcast F1 Nation, Brundle menilai hasil tanpa poin bukan ukuran yang adil untuk menilai efektivitas paket upgrade tersebut.
“Nol poin, menurut saya, bukan penilaian yang adil. Ini semua tentang performa, bukan hasil,” kata Brundle.
Retakan lantai mobil menjadi perhatian utama
Meski demikian, Brundle melihat ada masalah yang lebih mendasar pada komponen baru McLaren. Ia mengatakan tim tersebut terlihat mengalami retakan pada bagian lantai di sisi mobil sepanjang akhir pekan di Baku.
“Mereka punya masalah, yaitu jika upgrade itu tidak cukup kuat secara struktural. Sepanjang akhir pekan, Anda melihat retakan pada bagian lantai di sisi mobil,” ujarnya.
Menurut Brundle, Norris bahkan kembali mendapat instruksi agar tidak melewati kerb di bagian tengah balapan. Kondisi itu menimbulkan pertanyaan apakah McLaren dapat menjalankan paket tersebut secara penuh, terutama jika komponen yang secara aerodinamika berpotensi membantu pada balapan-balapan berikutnya ternyata tidak cukup kuat untuk digunakan.
“Lando Norris kembali diberi tahu agar tidak mengambil kerb di tengah balapan. Jadi, jika mereka membawa upgrade yang mungkin secara aerodinamika bisa membantu di suatu tempat pada sisa musim ini, tetapi tidak bisa dijalankan karena tidak cukup kuat secara struktural, itu mungkin menjadi upgrade yang berakhir di tempat sampah,” kata Brundle.
Ia juga menilai kegagalan pengembangan akan menjadi kerugian besar, terutama bagi tim yang berstatus juara bertahan. “Tidak ada bencana yang lebih besar dalam Formula 1 2026 daripada menghabiskan banyak uang untuk waktu di terowongan angin, terlebih ketika Anda adalah juara bertahan, untuk upgrade yang tidak bekerja,” ucapnya.
McLaren saat ini berada di posisi ketiga klasemen konstruktor dengan 306 poin. Mereka tertinggal dari Mercedes yang memimpin dengan 538 poin dan Ferrari di urutan kedua dengan 378 poin.












