Yamaha Harap Ai Ogura Bangkitkan Gairah MotoGP Jepang

Yamaha melihat Ai Ogura bukan sekadar calon bintang baru MotoGP. Pabrikan asal Jepang itu menilai pembalap berusia 25 tahun tersebut berpotensi menjadi salah satu pembalap Jepang terbaik dalam sejarah kelas premier sekaligus membantu menghidupkan kembali minat terhadap sepeda motor di negaranya.

Ogura tampil sebagai salah satu pembalap paling menonjol pada MotoGP 2026. Kemenangan di Grand Prix Belanda menjadikannya pembalap Jepang pertama yang memenangi balapan kelas premier dalam lebih dari dua dekade. Setelah musim ini membela Trackhouse, Ogura akan bergabung dengan tim pabrikan Yamaha pada 2027.

Kepindahan itu membuka kemungkinan menarik: seorang pembalap Jepang mengendarai motor Jepang saat Grand Prix Jepang digelar tahun depan. Bagi Paolo Pavesio, kepala MotoGP Yamaha, momentum tersebut dapat memberi dampak yang jauh lebih luas daripada sekadar hasil balapan.

Yamaha melihat peluang membangkitkan budaya motor Jepang

Dalam wawancara eksklusif dengan Motorsport.com Italia, Pavesio mengatakan popularitas Ogura mulai menarik perhatian media arus utama dan berpotensi memulihkan gairah terhadap sepeda motor di Jepang. Menurut dia, budaya motor di negara tersebut telah memudar secara bertahap.

“Jepang adalah negara tempat sepeda motor pernah sangat penting, tetapi sekarang tidak lagi menjadi faktor sebesar dulu,” ujar Pavesio.

Ia mengenang kunjungan pertamanya ke Jepang sekitar 25 tahun lalu. Saat itu, menurut Pavesio, Tokyo dipenuhi sepeda motor, termasuk skuter besar yang dimodifikasi dengan lampu LED dan knalpot Yoshimura. Kondisinya berubah setelah aturan parkir di trotoar diperketat, persoalan kebisingan muncul, dan sepeda motor semakin jarang terlihat di ibu kota.

“Jika anak-anak muda tidak memiliki gairah terhadap sepeda motor, bahkan mereka yang belajar teknik pun tidak akan tertarik. Mereka akan memilih banyak hal lain, tetapi bukan itu,” katanya.

Pavesio mengaitkan memudarnya minat tersebut dengan berkurangnya jumlah penonton di sejumlah ajang. Ia menyebut Sirkuit Suzuka kini hanya dihadiri sekitar 60.000 orang, dibandingkan 150.000 orang pada masa lalu. Padahal, Jepang merupakan negara asal Yamaha dan Honda, serta Suzuki dan Kawasaki. Ia juga menyatakan Jepang masih memproduksi 50 persen sepeda motor yang dijual di seluruh dunia.

Performa Ogura membuka jalan ke tim pabrikan

Ogura meniti karier dengan dukungan Honda dan merebut gelar juara Moto2 pada 2024, dalam percobaan keempatnya. Ia kemudian menjalani debut MotoGP pada 2025 bersama Trackhouse, tim satelit Aprilia.

Perkembangannya meningkat tajam pada musim 2026. Ogura bahkan sempat masuk dalam persaingan gelar sebelum cedera membuatnya absen dari balapan di Aragon dan Misano. Penampilan tersebut mendorong Yamaha merekrutnya untuk 2027 sebagai bagian dari susunan pembalap baru. Ia akan berduet dengan juara dunia 2024, Jorge Martin.

Pavesio menegaskan kewarganegaraan bukan alasan utama Yamaha merekrut Ogura. Namun, ia mengakui kualitas pembalap Jepang itu membuatnya memiliki prospek istimewa.

“Ketika mencapai level ini, bendera negara tidak penting bagi saya. Namun, pembalap Jepang yang sekuat ini… mungkin di MotoGP nanti kita bisa mengatakan, jika Ai terus berkembang, belum pernah ada yang seperti dia,” kata Pavesio. “Dia bisa menjadi salah satu dari dua atau tiga pembalap Jepang terkuat dalam sejarah. Itu tentu membawa tekanan, tetapi biarlah.”

Source link