PBB Ingatkan Konflik Suriah Belum Usai Meski Assad Tumbang
Kepergian Bashar Al-Assad ke Rusia tidak otomatis menutup babak panjang konflik Suriah. Utusan PBB untuk Suriah, Geir Pedersen, menegaskan bahwa situasi di negara itu masih jauh dari kata selesai dan tetap membutuhkan perhatian serius dari komunitas internasional. Peringatan tersebut disampaikan dalam program Squawk Box CNBC Indonesia pada Rabu, 18 Desember 2024.
Assad Pergi, Masalah Tidak Hilang
Pedersen menilai, perubahan besar di tingkat kepemimpinan tidak serta-merta mengakhiri persoalan yang sudah terlanjur mengakar di Suriah. Meski Bashar Al-Assad telah melarikan diri ke Rusia, konflik yang berlangsung selama bertahun-tahun masih menyisakan tantangan besar, baik dari sisi politik maupun keamanan. Dengan kata lain, kepergian satu tokoh utama belum cukup untuk memulihkan keadaan.
Perhatian Internasional Masih Dibutuhkan
PBB menekankan bahwa Suriah masih memerlukan penanganan lebih lanjut agar arah penyelesaian yang tepat bisa ditemukan. Situasi di lapangan belum sepenuhnya stabil, sehingga proses menuju perdamaian dinilai tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Dalam konteks ini, peran diplomasi dan pengawasan internasional tetap penting agar konflik yang berkepanjangan tidak kembali memburuk.
Pesan Pedersen menjadi pengingat bahwa runtuhnya kekuasaan Assad bukan akhir dari krisis Suriah. Justru pada fase inilah perhatian dunia dibutuhkan untuk memastikan transisi tidak berubah menjadi kekosongan yang memicu masalah baru.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












