Program Sekolah Rakyat yang merupakan gagasan dari Presiden Prabowo Subianto telah resmi dimulai pada tahun ajaran 2025/2026 dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Program. Program ini bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan demi mencapai visi Indonesia Emas 2045. Adita Irawati, Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah gratis berasrama khusus untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Menurut Adita, banyak keluarga miskin dan miskin ekstrem di Indonesia masih menghadapi kesulitan dalam mengakses pendidikan layak dan berkualitas karena hambatan ekonomi seperti biaya transportasi, uang jajan, seragam, dan perlengkapan lainnya. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 8,57% pada September 2024, dengan 3.170.003 jiwa masuk dalam kategori miskin ekstrem.
Kemiskinan mempengaruhi pengembangan sumber daya manusia dan menimbulkan tantangan dalam mencapai Indonesia Emas 2045. Ketidakmampuan akses terhadap pendidikan berkualitas menimbulkan rendahnya tingkat literasi dan keterampilan, yang pada akhirnya membatasi peluang individu untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Oleh karena itu, Program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis untuk mengatasi masalah ini.
Melalui konsep sekolah gratis berasrama, Sekolah Rakyat diharapkan dapat memberikan akses pendidikan yang setara dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga rentan tanpa harus memikirkan biaya hidup. Selain itu, program ini juga ditujukan untuk memberikan keterampilan hidup kepada para siswa agar dapat siap memasuki dunia kerja atau membangun usaha demi meningkatkan taraf hidup keluarga dan komunitasnya.
Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya pelaksanaan Program Sekolah Rakyat dengan tepat, menggunakan cara yang benar, dan mencapai tujuan yang diinginkan. Diharapkan para siswa yang mengikuti program ini dapat menjadi generasi muda yang berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.


