Berita  

Manfaat Single Salary: PNS Bebas Utang

Single Salary Disebut Bisa Jadi Jalan ASN Lebih Tenang di Masa Pensiun

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, kembali mendorong pemerintah agar segera menerapkan single salary system bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Usulan itu ia sampaikan langsung kepada Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dengan harapan skema penggajian tunggal tak lagi berhenti di wacana. Bagi Zudan, sistem ini bukan sekadar soal teknis penggajian, melainkan soal kepastian hidup ASN saat memasuki masa pensiun.

Skema Gaji Tunggal yang Dianggap Lebih Sederhana

Dalam sistem single salary, berbagai komponen penghasilan ASN digabung menjadi satu paket gaji. Zudan menilai model seperti ini bisa membuat struktur penghasilan lebih jelas dan lebih mudah dihitung, termasuk untuk kebutuhan pensiun. Ia menyebut Korpri sudah memperjuangkan gagasan tersebut sejak 10 tahun lalu, namun hingga kini belum juga diterapkan secara nyata oleh pemerintah.

Tekanan Hidup ASN Masih Jadi Sorotan

Zudan juga menyoroti kondisi banyak ASN, terutama golongan I dan II, yang menurutnya masih menerima penghasilan dan manfaat pensiun yang rendah. Situasi itu membuat sebagian pegawai negeri tetap menanggung cicilan hingga usia pensiun. Dalam pandangannya, kondisi tersebut belum memberi ruang aman bagi ASN untuk menata masa tua secara layak.

Karena itu, ia menilai single salary system bisa menjadi jawaban untuk memperbaiki kesejahteraan ASN setelah tak lagi aktif bekerja. Dengan skema penggajian yang lebih terintegrasi, ASN diharapkan bisa lebih siap memenuhi kebutuhan hidup di masa tua, mulai dari melunasi cicilan rumah, membiayai pernikahan anak, hingga memperoleh jaminan kesehatan yang memadai.

Harapan pada Pensiun yang Lebih Pasti

Zudan menjelaskan bahwa perhitungan pensiunan ASN nantinya akan mengacu pada gaji pokok dan tunjangan yang melekat. Menurutnya, pola itu akan membuat sistem lebih sederhana dibandingkan mekanisme yang berjalan sekarang. Ia berharap kebijakan tersebut benar-benar memberi manfaat nyata, bukan hanya saat ASN masih aktif, tetapi juga ketika mereka sudah memasuki masa pensiun dan membutuhkan kepastian penghasilan.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.