Berita  

Peningkatan Effisiensi Anggaran MBG Baru 58,2% Hingga Akhir 2025

Peningkatan Efisiensi Anggaran MBG Baru 58,2% Hingga Akhir 2025

Menjelang tutup tahun 2025, sorotan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengarah pada realisasi anggaran yang belum sepenuhnya menyentuh target. Dari pagu yang telah ditetapkan sebesar Rp71 triliun, alokasi yang tercatat baru mencapai Rp41,3 triliun. Dengan angka itu, serapan anggaran MBG berada di level 58,2 persen, sehingga masih menyisakan ruang cukup besar untuk dikejar dalam sisa waktu yang ada.

Realisasi Anggaran Masih Jauh dari Pagu

Data tersebut menunjukkan bahwa meski program MBG sudah berjalan dengan dukungan anggaran besar, penyerapan dana hingga akhir 2025 belum mampu mendekati batas maksimal yang disiapkan pemerintah. Selisih antara pagu dan realisasi memperlihatkan bahwa efektivitas pelaksanaan program masih menjadi perhatian, terutama ketika efisiensi anggaran mulai ikut disorot dalam pembahasan publik.

Anggaran Rp41,3 triliun yang sudah dialokasikan menjadi gambaran bahwa program ini memang telah bergerak, namun belum sepenuhnya optimal jika dibandingkan dengan target awal Rp71 triliun. Dalam konteks kebijakan fiskal, angka serapan seperti ini kerap dibaca sebagai indikator penting untuk menilai seberapa cepat program prioritas dijalankan di lapangan.

Disiarkan dalam Squawk Box CNBC Indonesia

Informasi mengenai capaian anggaran MBG tersebut disampaikan dalam program Squawk Box CNBC Indonesia yang tayang pada Jumat, 21 November 2025. Dalam siaran itu, sorotan tertuju pada besaran alokasi dana yang telah terserap serta posisinya terhadap pagu yang tersedia menjelang akhir tahun anggaran.

Dengan realisasi baru 58,2 persen, perhatian kini tertuju pada bagaimana pemerintah mengelola sisa anggaran dan memastikan program tetap berjalan sesuai tujuan awal. Angka ini sekaligus menjadi gambaran bahwa pembahasan soal MBG tidak hanya berkutat pada manfaat program, tetapi juga pada kemampuan pelaksanaannya dalam menyerap dana secara efektif.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.