Ketika McLaren meminta Lando Norris untuk menyerang Max Verstappen dalam F1 GP Las Vegas, Penasihat motorsport Red Bull, Helmut Marko, hanya tertawa. Verstappen berhasil memenangkan balapan dari posisi kedua di grid setelah menyalip Norris di Tikungan 1. Meskipun sebagian besar keunggulan Verstappen disebabkan oleh manajemen bahan bakar yang baik di lap-lap terakhir, Marko tetap terkesima dengan respons dan kemampuan Verstappen dalam mempertahankan keunggulannya. Meskipun McLaren meminta Norris untuk menyerang, Verstappen tetap kokoh dan bahkan mencatatkan putaran tercepat untuk memperjelas keadaan.
Sementara itu, George Russell juga berhasil menyalip Norris di awal balapan sebelum kemudian juga memberikan tekanan kepada Verstappen. Meskipun Norris kemudian berhasil menyalip Russell dan mendekati Verstappen, pembalap Red Bull tetap mampu menjaga keunggulannya hingga akhir balapan. Meski mengalami beberapa masalah di akhir balapan, Norris tidak bisa memanfaatkannya, dan Verstappen akhirnya finis 20,7 detik di depan.
Dalam wawancara setelah balapan, Marko dan bos Red Bull, Laurent Mekies, memberikan pujian kepada Verstappen atas penampilannya yang luar biasa. Meskipun Verstappen harus bersaing dengan pembalap-pembalap sengit, seperti Norris dan Russell, ia mampu mengendalikan balapan dengan percaya diri dan bahkan mencatatkan performa yang semakin mengesankan. Dengan kemenangan keenamnya musim ini, Verstappen kembali memperlihatkan kemampuannya dalam merebut gelar juara, meskipun masih tertinggal dalam klasemen.
Terlepas dari perlawanan sengit dari McLaren, Red Bull terus menunjukkan peningkatan performa yang konsisten, yang membuat mereka tetap dalam perebutan gelar juara. Dengan sisa dua putaran yang menarik, balapan F1 masih menyisakan banyak ketegangan dan persaingan untuk menentukan siapa yang akan menjadi juara. Semua ini menjadi bahan perbincangan menarik dalam dunia motorsport, yang terus menyajikan aksi dan drama yang tiada henti bagi para penggemarnya.












