Invasi Iran Picu Kekhawatiran Stok BBM: Warga Berebut ke SPBU

Pemerintah Indonesia melalui Menteri ESDM menyatakan bahwa stok BBM nasional hanya cukup untuk 20 hari ke depan karena perang antara AS, Israel, dan Iran. Meskipun demikian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan bahwa ketahanan BBM di tingkat nasional masih memadai dengan stok yang mencukupi.

Kekhawatiran mulai muncul di masyarakat, terutama di Aceh, di mana terjadi lonjakan permintaan BBM yang signifikan. Warga berbondong-bondong ke SPBU, Pertashop, dan pedagang eceran untuk menimbun bahan bakar minyak dalam jeriken karena fenomena panic buying. Video antrean jeriken panjang menunjukkan bahwa warga sedang membeli BBM dalam jumlah besar, bukan hanya untuk keperluan kendaraan.

Meskipun begitu, Kepala Dinas Kominfo Aceh Tengah menyatakan bahwa stok BBM di wilayah tersebut aman. Stok Pertamax mencapai 1,3 juta liter, Pertalite 4,3 juta liter, dan solar 2,3 juta liter. Kapal pengangkut BBM juga sudah bersandar untuk memenuhi kebutuhan menjelang Idul Fitri, dengan distribusi terus dilakukan ke wilayah Gayo setiap hari. Masyarakat diimbau untuk tidak terlibat dalam panic buying meskipun kondisi serupa terlihat di daerah lain seperti Bener Meriah. Kekhawatiran muncul bahwa masalah stok BBM bisa meluas ke seluruh wilayah di Indonesia.

Source link