Berita  

Negara Terkena Dampak Perang AS-Israel Vs Iran

Bencana Siklon Ditwah yang melanda Sri Lanka masih menyisakan luka yang mendalam bagi warganya, terutama dengan eskalasi perang antara Iran dan Amerika Serikat. Dampak dari siklon tersebut sangat merusak, membuat Indrani Ravichandran dan keluarganya terpaksa tinggal di bagian rumah yang masih berdiri setelah banjir menghancurkan desa mereka.

Siklon tersebut mengakibatkan banjir besar dan longsor di wilayah Sri Lanka dengan curah hujan mencapai 500 mm dalam tiga hari. Dampak kemanusiaan sangat besar, dengan jumlah korban tewas mencapai 643 orang dan 173 lainnya masih hilang. Indrani dan keluarganya bahkan harus melarikan diri dalam kondisi gelap dan hujan deras saat air bah melanda rumah mereka.

Kerusakan akibat banjir ini disebut lebih parah dari Tsunami Samudra Hindia 2004 dari sisi infrastruktur. Namun, pemulihan Sri Lanka terhambat oleh ketegangan geopolitik global antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Krisis ekonomi yang dihadapi Sri Lanka semakin diperparah oleh “triple shock” akibat banjir, lonjakan harga energi, dan ancaman kekeringan.

Kelangkaan bahan bakar dan gas memicu panic buying di masyarakat, mengingatkan pada krisis ekonomi sebelumnya. Meskipun pemerintah telah mengambil langkah-langkah pemulihan, korban bencana masih memerlukan bantuan untuk mendapatkan tempat tinggal yang permanen. Respons internasional terhadap bencana tersebut dianggap lambat, kecuali dari India yang memberikan bantuan lebih cepat.

Situasi Sri Lanka semakin rumit dengan kemungkinan kehilangan pemasukan devisa dari pekerja migran. Pemerintah diuji dalam penanganan rekonstruksi dan stabilitas ekonomi negara, yang juga akan memengaruhi arah kepemimpinan Presiden Dissanayake ke depan. Sri Lanka harus segera bangkit dari dampak bencana dan konflik global untuk mendapatkan kembali stabilitas ekonomi dan sosial yang lebih baik.

Source link