Berita  

Chaos in {Negara}: Civil War Erupts After President Extends Term

Situasi Tegang di Mogadishu: Bentrokan antara Pasukan Pemerintah dan Oposisi

Jakarta, CNBC Indonesia – Kota Mogadishu, ibu kota Somalia, dilanda kekacauan setelah terjadi baku tembak antara pasukan pemerintah dan milisi yang mendukung kelompok oposisi pada Kamis (4/6/2026) pagi. Bentrokan tersebut memicu kerusakan properti, pembakaran kendaraan lapis baja, luka-luka warga sipil, dan mengakibatkan sebagian penduduk mengungsi dari rumah mereka.

Tension Sebelum Demonstrasi Besar Anti Pemerintah

Gelombang kekerasan ini terjadi menjelang rencana demonstrasi besar yang menentang keputusan Presiden Somalia, Hassan Sheikh Mohamud, yang memutuskan untuk tetap menjabat setelah masa jabatannya berakhir bulan lalu. Ketegangan politik di negara tersebut semakin memanas setelah parlemen setuju dengan perubahan konstitusi yang berpotensi memperpanjang masa jabatan presiden selama satu tahun.

Menurut keterangan warga kepada Reuters, pertempuran dimulai pada Rabu sore dan berlanjut hingga Kamis pagi. Ribuan personel pasukan pemerintah dikerahkan ke beberapa distrik di Mogadishu, tempat terjadinya bentrokan dengan milisi pendukung oposisi.

Pernyataan Mantan Pejabat Pemerintah

Mantan Presiden Somalia, Sharif Sheikh Ahmed, dan mantan Perdana Menteri Hassan Ali Khaire, menuduh pasukan pemerintah menyerang kediaman mereka. Terdapat tuduhan pemerintah menggunakan persenjataan berat seperti senjata antitank dan drone di kawasan pemukiman padat penduduk.

Warga Mogadishu yang berada di lokasi tersebut menggambarkan situasi yang mencekam ketika mortir dan senjata lainnya menghantam permukiman. Beberapa kendaraan lapis baja pasukan pemerintah juga dilaporkan berhasil dibakar oleh milisi oposisi.

Kekerasan ini kembali menyoroti kerapuhan stabilitas politik dan keamanan Somalia yang selama tiga dekade terakhir terus dilanda konflik berkepanjangan.

Perkembangan terbaru di Mogadishu memunculkan kekhawatiran internasional, dengan Amerika Serikat dan Inggris mengecam kekerasan tersebut dan menyerukan semua pihak untuk menahan diri serta menyelesaikan perbedaan politik melalui dialog.

Source link