Berita  

Iran Damai: Dunia Tak Pulih dengan Mudah

Permintaan Minyak Dunia Menurun Drastis Akibat Perang Iran

Jakarta, CNBC Indonesia – Pasokan minyak bumi global mengalami goncangan hebat karena perang di Iran, yang membuat permintaan minyak mentah dunia menurun secara signifikan. Badan Energi Internasional (IEA) bahkan memperingatkan bahwa resolusi damai jangka panjang berpotensi memicu banjirnya pasokan minyak pada tahun depan.

Dalam laporan terbarunya, IEA memangkas prospek permintaan tahun 2026 menjadi 1.1 juta barel per hari secara tahunan. Volume pengiriman minyak juga turun drastis hingga 5 juta barel per hari di kuartal kedua tahun ini akibat perang.

Surplus Pasokan Minyak Mendominasi Pasar Tahun Depan

IEA memproyeksikan total pasokan global akan mencapai 102.4 juta barel per hari pada tahun 2026, sebelum melonjak tajam ke level 110.3 juta barel per hari pada tahun 2027. Lonjakan pasokan ini diprediksi akan mendominasi pasar, sementara pemulihan permintaan diproyeksikan hanya mencapai 105.3 juta barel per hari tahun depan.

Dampak dari perang di Iran juga memberikan sentimen negatif pada pasar minyak, terutama harga minyak mentah yang merosot. Harga minyak Brent bahkan turun 0.7% ke US$78.44 per barel, sedangkan minyak WTI AS menyusut 1.1% ke US$75.18 per barel.

Normalisasi Pasokan Memerlukan Waktu Berbulan-bulan

Meskipun volume pengiriman melalui Selat Hormuz meningkat, IEA menekankan bahwa pemulihan pasokan tidak akan terjadi secara cepat. Proses pembersihan ranjau laut dan pemulihan rantai pasok global diyakini akan memakan waktu berbulan-bulan.

Cadangan minyak global juga menyusut drastis selama masa konflik, dimana stok minyak dunia telah mengecil sebanyak 143 juta barel pada bulan Mei. IEA mengingatkan bahwa penurunan signifikan dalam permintaan dan produksi minyak dapat membawa cadangan minyak global ke titik terendah dalam sejarah.

Analis PVM Oil Associates, Tamas Varga, menilai kepastian pembukaan Selat Hormuz akan berdampak langsung pada keseimbangan pasokan minyak global, yang saat ini menjadi pertanyaan utama di pasar internasional.

Source link