Berita  

Serangan Israel Tewaskan 11 Orang: Gencatan Senjata Tak Berdampak

Israel Serang Lebanon Lagi Meski Ada Gencatan Senjata

Jakarta, CNBC Indonesia – Gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah tidak berlangsung lama. Kurang dari 24 jam setelah kesepakatan gencatan senjata diumumkan, serangan udara Israel kembali terjadi di wilayah Lebanon selatan dan menewaskan sedikitnya 11 orang. Serangan tersebut dilaporkan terjadi di sekitar Kota Nabatieh.

Israel dan Hizbullah Kembali Berseteru

Meskipun gencatan senjata telah diumumkan, namun konflik di perbatasan Lebanon-Israel terus berlanjut. Militer Israel menyatakan serangan mereka ditujukan kepada “target teroris Hizbullah” setelah kelompok bersenjata itu menyerang pasukan Israel di Lebanon selatan dengan lebih dari 50 proyektil.

Dalam situasi meningkatnya ketegangan, pejabat Hizbullah menyatakan kelompok mereka tetap mempertahankan hak untuk membalas serangan Israel. Mereka menekankan perlunya musuh mereka untuk menghormati gencatan senjata demi menjaga perdamaian di wilayah tersebut.

Kekhawatiran dan Diplomasi

Perkembangan konflik terbaru antara Israel dan Hizbullah meningkatkan kekhawatiran internasional. Amerika Serikat telah mengkritik operasi militer Israel di Lebanon, khawatir hal tersebut dapat mengganggu kesepakatan yang lebih luas dengan Iran.

Sebagai bagian dari usaha diplomatik untuk meredakan konflik tersebut, utusan khusus AS akan melakukan perjalanan ke Swiss untuk melakukan pembicaraan awal dengan Iran. Langkah ini diharapkan bisa memperkuat implementasi kesepakatan damai yang melibatkan berbagai pihak.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dihadapkan pada tekanan politik dalam negeri terkait operasi militer terhadap Hizbullah. Kelompok tersebut telah memperingatkan untuk kembali meningkatkan serangan jika Israel terus melakukan invasi ke wilayah Lebanon.

Perang yang terus berlangsung antara Israel dan Hizbullah selama beberapa bulan terakhir telah menyebabkan krisis kemanusiaan di wilayah tersebut. Jutaan warga Lebanon mengungsi dan puluhan komunitas di wilayah selatan dilaporkan hancur akibat pertempuran yang terus berkepanjangan.

Source link